oleh

Pengedar “Jaringan Klaten” Dibekuk BNNP Jawa Tengah

Semarang-bhinnekanusantara.id- Tim Bidang Pemberantasan Narkotika BNNP Jawa Tengah berhasil ungkap peredaran narkotika jenis shabu (methamphetamine), dengan   membekuk tersangka IST (35) Security Fakultas MIPA Universitas Sebelas Maret Surakarta dan SPT (41) yang beralamat di Kec. Rongkop, Kab. Gunung kidul Daerah Istimewa Yogyakarta di pintu keluar tol Pejagan Brebes, Senin (25/2/2019) sekitar pukul 16.00 WIB, dan mengamankan Dwi Ardiansyah alias Dian  (38) warga binaan LP Klaten klas IIB Klaten. Ketiga tersangka dikenal sebagai” Jaringan Klaten”.

Penangkapan tersangka IST dan SPY di pintu keluar jalan tol Pejagan Brebes Jateng, bermula dari informasi masyarakat yang masuk ke petugas  BNNP Jateng, terkait adanya mobil Toyota avanza hitam dengan No Pol AD 9067 VP yang membawa narkotika jenis shabu dari Jakarta yang akan dibawa masuk Jawa Tengah melalui jalan tol.

Setelah dilakukan penyelidikan serta berkoordinasi dengan stakeholder di tol Pejagan Brebes, sekitar pukul 16.00 WIB kendaraan yang dimaksud  melintas dan hendak keluar di pintu tol, kemudian petugas melakukan penghadangan dan penggeledahan terhadap mobil avanza warna hitam yang mencurigakan tersebut, dan didalamnya didapati 2 penumpang IST dan SPY.

Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan bungkusan tas plastik warna hitam, yang didalamnya ditemukan 2 bungkus kemasan teh cina yang berisi 2 kg shabu dan 2 amplop berisi 200 gram shabu yang disimpan di bawah jok mobil. Setelah dilakukan pengembangan kasus oleh petugas, didapat info, tersangka IST diperintah mengambil shabu oleh Dwi Ardiansyah alias Dian yang merupakan warga binaan LP Klaten klas IIB Klaten yang saat ini sedang menjalani hukuman 6 tahun penjara. Dan informasi yang diperoleh, direncanakan shabu tersebut akan diedarkan di wilayah Solo raya.

Brigjen Pol. Muhammad Nur selaku Kepala BNNP Jateng melakukan koordianasi dengan Kepala Lapas Klaten, agar narapidana Dwi Ardiansyah alias Dian supaya diamankan guna kepentingan penyelidikan, untuk dimintai keterangan lebih lanjut serta dibawa ke Semarang. Tersangka IST sempat melarikan diri, namun petugas BNNP Jateng dengan sigap melepaskan tembakan pada kaki tersangka IST, kemudian dilarikan ke RSUD Tugurejo Semarang .

Petugas BNNP Jateng Selasa 26 Februari bertolak ke Lapas Klaten untuk mengamankan tersangka Dian untuk di bawa ke Rumah Tahanan BNNP Jateng, yang mana sebelumnya tersangka Dian sudah 2 kali terkena kasus dan menjalani hukuman penjara yang rencananya akan bebas 15April 2019.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPRD Jateng Dr. Rukma Setyabudi, MM mengapreasiasi kesigapan yang dilakukan  petugas BNNP Jateng dalam penangkapan para tersangka pengedar narkotika jaringan Klaten.

“Saya tidak bisa membayangkan apabila narkotika tersebut beredar di masyarakat. Terutama untuk anak cucu kita kelak. Makanya kami sedang menyusun Perda Narkotika untuk menangkalnya,” Pungkasnya, Saat Konferensi Pers yang digelar di Kantor BNNP Jateng  jalan Madukoro blok BB Semarang, Kamis (28/2/2019).

Sementara itu, barang bukti yang disita BNNP Jateng dari ketiga tersangka jaringan klaten meliputi 2 kg narkotika bentuk shabu Kristal putih, 2 kemasan amplop shabu seberat 200 gram, 3 HP serta mobil Toyota avanza warna hita dengan No Pol.AD 907 VP a/n tersangka IST. Saat ini ketiga tersangka ditahan di rutan BNNP Jateng Semarang dan dijerat dengan pasal 114 ayat (2)  jo pasal 132 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1)  UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman minimal 5 tahun penjara dan maksimal pidana mati.

 

Sumber  : BNNP Jawa Tengah

Editor : bhinnekanusantara.id