Pentagon Ancam Turki Atas Pembelian Senjata Rusia

bhinnekanusantara – Amerika Serikat (AS) mengancam Turki dengan konsekuensi serius kecuali negara itu membatalkan pembelian sistem senjata anti-pesawat S-400 dari Rusia. Juru bicara Kementerian Pertahanan AS (Pentagon) mendesak Ankara untuk mencari solusi lebih baik dan memperingatkan akan implikasi lebih luas.

“Akuisisi Turki untuk sistem pertahanan udara S-400 akan memiliki konsekuensi besar untuk hubungan pertahanan AS dengan Turki,” kata juru bicara Pentagon, Eric Pahon, kepada stasiun televisi Turki, Ahval, Senin (4/3).

Rencana sekutu AS untuk membeli S-400 menjadi keprihatinan utama untuk seluruh aliansi NATO. Washington mengklaim penempatannya bersama dengan senjata AS, seperti jet-jet siluman F-35, merusak interoperabilitas (kemampuan komputer, aplikasi, sistem operasi, dan jaringan untuk bertukar informasi dengan cara bermanfaat dan bermakna), serta bisa membongkar rahasia kepada Rusia.

Di tengah tekanan terus-menerus dan ancaman akan sanksi, pemerintahan Presiden AS Donald Trump bulan lalu secara sementara menangguhkan pengiriman 100 jet F-35 ke Turki.

Turki menolak untuk tunduk pada tekanan AS, sebaliknya memaksa bahwa diversifikasi pengeluaran militer penting untuk keamanan nasional. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pekan lalu mengungkapkan harapannya agar Washington mengubah pikirannya.

Namun, AS terus berkonsultasi dengan Ankara untuk mendapatkan solusi lebih baik dan memberitahu implikasi lebih luas atas pembelian S-400 dari Rusia.

Sementara itu, Wakil Asisten Sekretaris di Kementerian Luar Negeri AS, Matthew Palmer, dan utusan khusus AS untuk Suriah, James Jeffrey, akan melakukan pembicaraan di Ankara. Palmer akan berada di Ankara sampai 6 Maret 2018 dan diperkirakan akan fokus kepada pengadaan sistem pertahanan udara Rusia dan penjualan sistem Patriot AS ke Turki.

 

 

Sumber : Berita Satu

Editor : Bhuwananda IMM Polda Jateng