Penyemprotan Disinfektan ke Segala Penjuru Daerah

bhinnekanusantara.id – Langkah signifikan dilakukan Polres setelah Rembang ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB) korona (Covid-19).

Puluhan personel yang dipimpin langsung Kapolres AKBP Dolly A Primanto menyemprot disinfektan menggunakan water canon besar-besaran.

Sejumlah titik vital menjadi sasaran penyemprotan termasuk jalan protokol dan kawasan alunalun, serta sejumlah kecamatan, termasuk Pancur.

Rombongan yang terdiri dari berbagai mobil juga menyasar Kecamatan Pamotan. Ada salah satu desa memiliki warga dinyatakan positif korona.

Penyemprotan cairan disinfektan tersebut sebagai upaya nyata melakukan pencegahan penyebaran korona di Rembang. Upaya tersebut menyusul beberapa kota lainnya yang terlebih dulu melakukannya.

Kapolres AKBP Dolly A Primanto menyatakan, akan seoptimal mungkin membantu Pemkab dalam mencegah penyebaran virus Covid-19.

Upaya-upaya yang sudah dilakukan selain penyemprotan adalah aktif melarang kegiatan berpotensi mendatangkan massa.

”Kami fokuskan di titik-titik zona merah, nanti dilihat lagi bagaimana perkembangannya. Mohon warga pendatang didata. Tadi muncul keluhan pengucilan, saya kira tidak ada. Di Rembang ini semuanya kompak, kami doakan sehat semua,” papar Dolly.

Sempat ada sedikit insiden ketika Kepala Desa Megal Ikha Pudiyanti nekat mengadang water canon yang melintas.

Ia meminta agar kediaman keluarga pasien korona juga disemprot. Akhirnya dengan susah payah water canon bisa mengakses jalanan sempit menuju lokasi.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz yang juga ikut di lokasi mengungkapkan, di Desa Megal sebelumnya sudah pernah dilakukan penyemprotan secara massal oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Dikerahkannnya water canon merupakan bentuk upaya lebih masif, setelah Pemkab menetapkan status KLB.

”Status KLB untuk mempertajam. Kemarin-kemarin sudah perlakuan KLB, tapi kini lebih tajam lagi. Di sini tetap kami prioritaskan,” kata Hafidz.

Bupati memastikan, tidak akan melakukan karantina atau lockdownlokal di desa yang warganya terjangkit korona. Dikhawatirkan hal itu akan membuat mental masyarakat semakin anjlok.

”Fokusa supaya desa ini tidak diasingkan oleh pihak luar. Makanya saya tidak akan lockdown lokal di sini, biar tidak tambah parah. Kami ingin mengangkat moral warga,” tandasnya.

 

editor : dealova @polda jateng

#agussaibumi