oleh

Penyidik Polres Brebes Kantongi Bukti Visum Kasus Penganiayaan yang Dilakukan Petani Bawang Subkhan

bhinnekanusantara.id Penyidik Reskrim Polres Brebes Polda Jateng sudah mendapatkan bukti dari hasil visum korban penganiayaan yang dilakukan M Subkhan, petani bawang yang mengadu ke Sandiaga Uno dan menjadi viral, terhadap tetangganya, Sukro.

Rencananya, penyidik Reskrim Polres Brebes akan kembali memanggil Subkhan untuk kedua kalinya sebagai terlapor dan menjalani pemeriksaan, pada minggu depan.

“Kita sudah dapat hasil visum korban. Saat ini perkembangan kasusnya masih dalam pendalaman. Rencana yang bersangkutan (Subkhan–red) kami panggil lagi pekan depan,” kata Kanit Idik I Reskrim Polres Brebes, Ipda Riza Firmansyah, Rabu (13/3/2019).

Dari keterangan Sukro sebagai korban, kejadian bermula saat korban tengah memperbaiki bendera bergambar Capres Jokowi di Desa Tegalglagah, Kecamatan Bulakamba, Brebes, Sabtu (9/3/2019) malam. Tiba-tiba, Subkhan datang dengan mengendarai kendaraan roda empat.

Usai turun dari mobil, mantan komisioner KPU Brebes itu langsung melayangkan pukulan ke Sukro sebanyak dua kali. Satu di antaranya mengenai Sukro. Selain memukul, Sukro juga mengaku dicekik lehernya.

Usai kejadian itu, Sukro langsung melakukan visum dan melaporkan penganiayaan yang dialaminya ke Polres Brebes.

“Kami sudah memeriksa tiga saksi atas laporan itu. Dua orang saksi yang tahu kejadiannya dan 1 orang saksi korban sendiri. Tapi sampai sekarang, status Subkhan masih saksi terlapor,” jelasnya.

Penyidik sudah memeriksa Subkhan pada Senin (11/3/2019) kemarin. Dalam pemeriksaan pertama itu, Subkhan menjawab delapan pertanyaan dari penyidik selama 2 jam.

“Dia minta pemeriksaan dihentikan sementara setelah pertanyaan kedelapan. Katanya ada keterangan yang tidak bisa disampaikan ke penyidik. Makanya kami akan panggil lagi untuk pemeriksaan kedua,” jelasnya.

Saat dikonfirmasi, M Subkhan menyatakan, ada upaya kriminalisasi terhadap dirinya yang dilakukan oleh sekelompok orang melalui Sukro dengan membuat video yang menyatakan Subkhan pernah mengalami sakit jiwa dan dirawat di RSJ Magelang.

“Saya kira laporan itu dipaksakan karena ada upaya kriminalisasi terhadap saya. Saya tahu karena banyak informasi yang masuk. Akan saya usut kelompok yang ada kaitannya pembuatan video yang berisi saya petani yang kena gangguan jiwa,” katanya.

Pernyataan tersebut ia sampaikan karena tak merasa melakukan pemukulan atau penganiayaan terhadap Sukro, sebagaimana laporan yang masuk ke Polres Brebes.

Terkait rencana pemanggilan keduanya pekan depan, Subkhan menyatakan siap hadir kembali memenuhi panggilan penyidik. Selain itu, Subkhan juga akan menempuh upaya hukum lainnya atas upaya kriminalisasi terhadap dirinya.

 

Sumber : Tribun Jateng

Editor : Kiss login by Polda Jateng