oleh

Perangi Hoax, Relawan Sajojo Luncurkan Warjok Channel

bhinnekanusantara.id – Kabar bohong dan mengandung fitnah (hoax) menjadi tantangan yang cukup berat dalam kontestasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2009. Kabar bohong tidak hanya merusak karakteristik budaya masyarakat, juga mengoyak demokrasi dalam bernegara.

Kondisi seperti itu mengundang kepedulian berbagai elemen masyarakat, khususnya relawan Satuan Joeang Jokowi (Sajojo). Mereka pun mendirikan Warjok Channel untuk menangkal berita bohong, khususnya yang ditujukan kepada Jokowi.

Relawan pendukung Jokowi yang terdiri atas anak-anak muda itu merasa bahwa berita-berita bohong yang tersebar di masyarakat tentang pasangan nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) dan KH Ma’ruf amin sudah berlebihan dan menyebar di tengah masyarakat sehingga harus diluruskan.

“Entah disengaja atau tidak, informasi-informasi bohong tentang Jokowi dan Kiai Maruf tersebar cukup massif sehingga kita harus memberikan klarifikasi,” kata Bahroji, inisiator Warjok Channel setelah acara “Ngopi dan Internetan (Ngenet) Bareng” di Warung Sajojo Ciceri, Kota Serang, Banten, Selasa (12/3/2019).

Dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Rabu (13/3/2019), Bahroji meminta agar para pendukung calon presiden menyampaikan informasi akurat kepada publik tanpa menyebarkan informasi-informasi bohong yang tidak etis dan hanya mengundang kebencian.

“Saya yakin, masing-masing capres dan cawapres memiliki program-program terbaik. Karena itu, sampaikan kepada publik, sehingga masyarakat tahu dan akhirnya simpati,” kata Bahroji. Dia menambahkan, teknik downgrade yang dilakukan tim sukses atau pendukung tidak akan menarik simpati dan hanya menciptakan pertikaian.

Karena itu, pihaknya ingin mengenalkan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, yakni Jokowi-Maruf degan cara anak muda. “Caranya, kami menyiapkan warung kopi dan bisa internetan gratis di beberapa tempat. Selain itu, kami juga membuat program-program hiburan yang melibatkan komunitas dan bisa ditonton secara langsung di Youtube dan fanpage Facebook secara rutin, ” ungkap Bahroji.

Aktivis muda Banten, yang juga pemerhati pendidikan, Taufik mengatakan, berita bohong memang bermunculan setiap menjelang pilpres. Karena itu, dirinya mengapresiasi Relawan Sajojo yang meluncurkan kanal informasi khusus yang dikemas secara langsung dan kreatif untuk mengampanyekan capres yang didukung.

“Sebetulnya, para pendukung bisa menyajikan program-program capres mereka secara baik, daripada mencari-cari peluru berupa berita bohong untuk menyerang kubu lawan,” kata Taufik, yang juga anggota Relawan Wali Sembilan.

 

 

Sumber : Berita Satu

Editor : Meymey login by Polda Jateng