oleh

Peredaran Narkoba di Kota Semarang Masih Tinggi

bhinnekanusantara.idPeredaran narkoba terutama jenis sabu di wilayah Kota Semarang dari tahun ke tahun masih tinggi.

Selama dua bulan terakhir, Satresnarkoba Polrestabes Semarang seridaknya telah mengungkap 60 kasus dengan total 80 tersangka. Tersangka yang ditangkap terkait kasus narkoba juga sudah menyasar kalangan mahasiswa dan pelajar SMA.

“Peredaran narkoba yang ada di wilayah Kota Semarang tidak menurun tetapi meningkat, sudah merambah kalangan dengan status mahasiswa dan pelajar,” kata Wakapolrestabes Semarang AKBP Enriko Silalahi, Rabu (13/3).

Dari data Satresnarkoba Polrestabes Semarang, pada bulan Januari sampai Februari 2019 terdapat 60 kasus dengan 80 tersangka. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama pada tahun 2018 yakni 47 kasus dengan total 56 tersangka.

Sementara dari 60 kasus yang terungkap dalam dua bulan terakhir terdapat tujuh kasus dengan tujuh tersangka yang diketahui masih mahasiswa dan pelajar. Kasus terakhir adalah seorang mahasiswa Undip yang tertangkap mengedarkan narkoba jenis sabu pada 5 Maret 2019 lalu.

Sebelum itu juga ada dua pelajar yang ditangkap terkait penyalahgunaan dan peredaran narkoba.

Menurut Enrico, hal itu yang menjadi perhatian serius dan harus diantisipasi bersama. Peran dan dukungan dari orang tua, kalangan akademisi dan lingkungan sangat diperlukan untuk antisipasi usia muda agar tidak terpapar narkoba.

“Tahun 2019 ini sudah ada tujuh kasus dengan tujuh tersangka yang statusnya masih mahasiswa dan pelajar. Dukungan dari semua pihak untuk selalu menggiatkan dan mensosialisasikan bahaya dan dampak negatif narkoba terhadap generasi muda,” terang Enrico.

Kasat Resnarkoba Polrestabes Semarang, AKBP Bambang Yugo menambahkan, terkait barang bukti yang diungkap dari 60 kasus tersebut masih didominasi oleh narkoba jenis sabu. Tercatat 106,206 gram sabu telah disita selama Januari sampai Februari 2019 sedangkan tahun 2018 hanya 56,418 gram dalam periode yang sama.

“Sabu masih mendominasi. Barang bukti lain ada seperti ekstasi dan obat daftar G jumlahnya masih jauh di bawah yakni 18 butir Riklona dan 441 butir obat daftar G,” pungkasnya.

 

 

Sumber : RMOL Jateng

Editor : Gendhuk login by Polda Jateng