oleh

Peredaran Sabu dalam Kemasan Abon Lele Kembali Dibongkar

bhinnekanusantara.id – Polisi kembali membongkar peredaran narkotika jenis sabu-sabu yang dibungkus ke dalam kemasan abon lele, jaringan Pekanbaru-Jakarta-Bandung. Selain menangkap enam tersangka, penyidik juga menyita 6 kilogram sabu-sabu.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, enam tersangka berinisial SUL, NOL, RID, TED, RUD, dan OGI ditangkap berdasarkan hasil pengembangan kasus peredaran sabu yang juga dikemas ke dalam bungkus abon lele sebelumnya. Mereka dibekuk di sejumlah tempat berbeda, di Jakarta, Bandung dan Pekanbaru.

“Ini adalah pengembangan kasus yang terjadi pada awal Januari kemarin. Ketika itu, kita mengungkap juga peredaran sabu di dalam kemasan abon lele,” ujar Argo, di Mapolda Metro Jaya, Rabu (13/3/2019).

Argo menuturkan, penyidik Sub Direktorat I Direktorat Reserse Narkotika Polda Metro Jaya, awalnya membekuk tersangka SUL, di kawasan Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, sekitar pukul 21.30 WIB, Kamis (21/2) lalu.

“Dari penangkapan SUL ini kita mendapatkan barang bukti 100 gram narkotika jenis sabu,” ungkap Argo.

Argo menambahkan, selanjutnya penyidik membawa SUL ke rumah kontrakannya, di Kampung Kramat, Cipayung, Jakarta Timur. Hasil penggeledahan, polisi menyita lima bungkus sabu-sabu seberat 5 kilogram -per bungkung 1 kilogram- yang dikemas dan dibalut menggunakan lakban warna coklat, kemudian satu bungkus ambon lele berisi sabu-sabu dengan berat 500 gram dan satu bungkus abon lele berisi sabu-sabu seberat 400 gram.

Menurut Argo, setelah melakukan pemeriksaan terhadap tersangka SUL, penyidik mendapatkan informasi yang kemudian dilakukan pengembangan. “Kita tanya dari mana mendapatkannya. Kemudian AKBP Caljvin (Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya) membuat tim, ada yang di Jakarta, Pekanbaru, ada yang ke Bandung,” kata Argo.

Argo mengungkapkan, penyidik kemudian menangkap tersangka NOL yang merupakan bagian dari jaringan peredaran narkotika “kemasan abon lele”, di Pekanbaru, sekitar pukul 13.30 WIB, Jumat (1/3) kemarin. Polisi juga membekuk tersangka TED dan menyita barang bukti sabu-sabu seberat 2 gram, di Jalan Cipajati, Desa Mekar Laksana, Bandung, Jawa Barat, pukul 21.00 WIB, Minggu (3/3).

Sejurus kemudian, penyidik menangkap tersangka RUD, di sebuah hotel, di Bandung, Jawa Barat, Minggu (3/3), dan tersangka RID serta OGI, di kawasan Tamansari, Jakarta Barat, Senin (4/3) kemarin. “Mereka jaringan tempel, di tempel, terputus, tidak saling kenal antara yang lain. Total barang bukti yang disita seberat 6 kilogram,” jelasnya.

Argo mengungkapkan, penyidik masih memburu empat tersangka yang masih buron, diduga merupakan gembong jaringan ini, antara lain HB, YG, TN dan PRES.

“Hasil pendalaman dan pengembangan, jaringan ini dikendalikan oleh tersangka PRES (DPO). Saat ini tim sedang melakukan pengembangan terhadap tersangka dan DPO lainnya,” tandasnya.

Akibat perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) juncto pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dengan ancaman
pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun, dan atau pidana denda paling sedikit Rp1 miliar dan paling banyak Rp10 miliar.

Diketahui sebelumnya, penyidik pernah menangkap 11 tersangka pelaku peredaran narkotika 6,5 kilogram sabu-sabu yang dibungkus dalam kemasan ambon lele, 40.000 butir ekstasi dan 20.000 butir yaba asal Thailand, awal Januari 2019 lalu. 11 tersangka yang ditangkap berinisial HAR, FIR, AH, GZ, NR, AR, AW, ZN, TON, FM, dan YAH, merupakan jaringan Banjarmasin-Jakarta-Bandung.

 

 

Sumber : Berita Satu

Editor : Meymey login by Polda Jateng