Perwakilan TKN Datang ke Mabes Polri Terkait Ujaran Kebencian

Jakarta — Perwakilan Tim Kampanye Nasional (TKN) memenuhi panggilan Mabes terkait ujaran kebencian kepada Presiden Indonesia atau Calon Presiden No 1 Jokowi.

Perwakilan TKN yang datang yaitu Wadir Hukum atau Advokasi TKN, Pasang Haro Rajagukguk dan Mantan Komisioner KPAI atau Jubir TKN Erlinda. Selain itu juga, mereka mendatangkan 2 orang saksi yang tidak disebutkan namanya.

Wadir Hukum atau Advokasi TKN, Pasang Haro Rajaguguk mengatakan kedatangannya untuk menyampaikan berita acara agar dimasukkan ke dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terkait kasus-kasus yang menimpa Presiden Indonesia.

“Kita datang ke sini menyampaikan berita acara untuk dimasukan dalam BAP tentang kasus-kasus yang menimpa bapak Jokowi sebagai capres 01,” kata Raja, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (8/3).

Pelaporan dari TKN terkait ujaran kebencian sudah yang ke-5 kalinya. Hal ini dikatakan Erlinda.

Lebih lanjut, Raja menjelaskan bahwa terdapat tiga laporan yang akan dimasukkan pada BAP hari ini.

“Ini ada tiga laporan. Tiga laporan ini yang kita masukan pada BAP hari ini,” tambahnya

Pertama terkait ibu-ibu Makasar menyatakan bahwa apabila Jokowi terpilih kembali maka kurikulum agama akan ditiadakan, kedua laki laki yang menyatakan Jokowi menggunakan uang negara dan fasilitas negara untuk kampanye. Terakhir, seorang laki-laki yang menyatakan bahwa Jokowi mendatangkan warga negara asing untuk memilih, serta dikatakan juga bahwa Jokowi bukan warga negara Indonesia asli.

Bukti-bukti yang diberikan seperti cd, kopian media sosial dan keterangan-keterangan lainnya. Bukti ini sudah diberikan pada saat pelaporan.

Erlinda juga menambahkan saat ini dari tim TKN akan selalu melaporkan hal-hal seperti hoaks maupun ujaran kebencian. Selain itu, tim TKN menduga bahwa ini sudah dilakukan para oknum yang sangat sistematis masif dan terstruktur.

“Artinya saat ini kami dari TKN akan selalu melaporkan hal-hal yang berbau seperti itu, kami menduga bahwa ini sudah dilakukan oleh oknum-oknum yang sangat sistematis masif dan struktur karena berada di Indonesia bukan hanya yang terekspose di media saja kami mendapatkan laporan, juga ada yang tidak ter-blowup juga,” kata Erlinda

Erlinda juga menyanggah pernyataan bahwa TNI dan Polri hanya mendukung Paslon No urut 1 ia juga menjelaskan bahwa institusi polri adalah alat negara suka tidak suka mereka menjalankan semua yang mnjdi tugas mereka.

“Kami dengan tegas menyanggah semua tuduhan bahwa polri itu hanya mendukung paslon 01, itu satu fitnah yg luar biasa, dan kami katakan dengan jelas bahwa institusi polri adalah alat negara, suka tidak suka mereka menjalankan apa yg menjadi tugas mereka,” tegasnya.

Kemudian Erlinda juga berharap hoaks, fitnah dan ujaran kebencian tidak menjadikan perpecahan bagi kita.

“Kami berharap hoaks maupun fitnah ujuran kebencian tidak menjadi pemecah belah bagi kita semua,” tutupnya.

 

 

Sumber : CNNIndonesia

Editor : Bhuwananda login by Polda Jateng