Peserta PKN I Tahun 2025 Gagas Knowledge Management System untuk Tekan Kejahatan Pangan di Indonesia
Semarang - Kombes Pol. Budi Purwatiningsih S.E., M.H., peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat I Angkatan ke 63 Tahun 2025 membuat Proyek Perubahan tentang Pengembangan Knowled Management System (KMS) sebagai salah satu Strategi Nasional dalam Penanggulangan Kejahatan Pangan.
Budi mengusulkan, "Pengembangan Knowledge Management System (KMS) sebagai strategi nasional untuk menanggulangi kejahatan pangan di Indonesia," ungkapnya, Selasa (7/10)
Lebih lanjut Budi menjelaskan, "Sektor pangan rentan terhadap berbagai bentuk kriminalitas, seperti pemalsuan pupuk bersubsidi, pengoplosan beras, penetapan harga acuan di petani, dan penyalahgunaan distribusi bahan pangan."
Selain itu katanya, "Lemahnya koordinasi antar lembaga, tidak tersedianya basis data terintegrasi, serta rendahnya literasi keamanan pangan di masyarakat turut memperburuk situasi."
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Budi mengusulkan implementasi KMS sebagai solusi sistemik.
"KMS dirancang untuk menghimpun, mengelola, dan menyebarluaskan pengetahuan yang relevan kepada aparat penegak hukum dan masyarakat, dengan dukungan teknologi digital, sistem pelaporan terpadu, dan platform edukatif." tegasnya
Budi menjelaskan, implementasi proyek ini terbagi dalam tiga tahap. Jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang, yang meliputi pembentukan regulasi, pengembangan aplikasi, pelatihan lintas sektor, serta integrasi ke dalam sistem kelembagaan Polri.
KMS diharapkan dapat memperkuat sinergi lintas sektor dalam mewujudkan ketahanan pangan yang aman, transparan, dan berkelanjutan.
"Selain itu, KMS juga dapat menjadi instrumen strategis untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan Nasional." pungkasnya