Petugas Alami Sesak Napas, Pemadaman Kebakaran Lahan di Pontianak Utara Penuh Tantangan
Pontianak – Kebakaran lahan terjadi di Jl. Flora, Kelurahan Batulayang, Kecamatan Pontianak Utara, pada Minggu siang (1/2/2026). Peristiwa ini sempat mengancam pemukiman warga lantaran api cepat meluas akibat tiupan angin kencang, dengan jarak titik api hanya beberapa meter dari rumah penduduk.
Personel Polsek Pontianak Utara bersama relawan pemadam kebakaran swasta langsung bergerak ke lokasi. Dalam proses pemadaman, petugas terpaksa memecah konsentrasi penanganan lantaran kondisi angin yang tidak bersahabat membuat api menyebar ke beberapa titik sekaligus.
Melihat api semakin mendekati pemukiman, petugas mengambil langkah cepat dengan memprioritaskan pemadaman di area terdekat rumah warga guna mencegah api merambat dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.
Kapolsek Pontianak Utara Kompol I Made Aris Candra Putra, S.I.K., yang memimpin langsung penanganan di lapangan, mengatakan bahwa keselamatan warga menjadi fokus utama dalam upaya pemadaman kebakaran lahan tersebut.
“Kami mengambil langkah cepat dengan memprioritaskan pemadaman kebakaran lahan yang hampir mendekati pemukiman warga,” ujar Kompol I Made Aris Candra Putra di lokasi kejadian.
Ia menjelaskan, langkah tersebut dilakukan untuk mencegah api mencapai rumah warga yang berpotensi menimbulkan kerugian material dalam jumlah besar. Namun, proses pemadaman dihadapkan pada sejumlah kendala, salah satunya minimnya sumber air di lokasi kebakaran.
“Upaya pemadaman cukup terkendala karena keterbatasan sumber air di sekitar lokasi,” imbuhnya.
Pada sore hari, sebagian wilayah Kota Pontianak sempat diguyur hujan lebat. Namun hingga malam hari, hujan belum turun di lokasi kebakaran lahan, sehingga asap masih menyelimuti area sekitar.
“Harapan kami hujan segera turun di lokasi kebakaran agar kabut asap cepat menghilang,” lanjut Kapolsek.
Selain mengancam pemukiman, asap tebal juga membahayakan keselamatan petugas di lapangan. Beberapa personel dilaporkan mengalami sesak napas dan pusing akibat menghirup asap saat melakukan pemadaman.
“Kondisi ini menjadi salah satu pertimbangan kami untuk melakukan pemadaman secara prioritas dan terukur, dengan tetap memperhatikan keselamatan personel,” pungkasnya.
Hingga malam hari, petugas gabungan masih melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk memastikan api tidak kembali menyala dan situasi tetap terkendali. (*)