oleh

Petugas Ronda Dilatih Beladiri

bhinnekanusantara.id – Belakangan aksi kenjahatan terutama pencurian makin meningkat. Sebagai warga masyarakat, tentu memiliki tanggungjawab menjaga situasi kamtibmas di lingkungan tempat tinggalnya.

Mendukung langkah antisipasi itu, Bhabinkamtibmas Polsek Banyumas memberikan sejumlah pelatihan kepada petugas ronda. Diantaranta, latihan beladiri yang dapat digunakan untuk melumpuhkan pelaku kejahatan. Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun SIK melalui Kapolsek Banyumas AKP Soetrisno mengatakan, pengingkatan kemampuan peserta ronda diberikan sebagai langkah antisipasi.

Pasalnya, bukan tidak mungkin warga yang ronda dapat menangkap basah pelaku kejahatan. “Agar dapat menangkap pelaku kejahatan, warga masyarakat diberi sejumlah pelatihan, seperti beladiri atau melumpuhkan pelaku kejahatan,” ujarnya. Tak hanya dibekali kemampuan melumpuhkan pelaku kejahatan, warga juga dibekali sejumlah teknik beladiri termasuk cara membawa dan mengamankan pelaku kejahatan.

Sebab, jika tidak dilakukan dengan benar, besar kemungkinan pelaku dapat melepaskan diri. “Warga juga diberipelatihan pemakaian borgol, membuat borgol sederhana dan juga pemakaian tongkat linmas,” jelasnya. Soetrisno menerangkan, dalam memberikan pelatihan, anggotanya tak hanya melatih secara teori.

Namun juga diberikan pelatihan praktek agar warga dapat memahami dan mengerti bagaimana penerapan teori yang diberikan. “Warga juga dibekali pengetahuan memukul kentongan sesuai kode dan peristiwa yang terjadi. Agar, warga tidak salah tangkap dan petugas juga tidak salah memberi isyarat kentongan, alat yang sampai saat ini masih efektif digunakan,” ungkap dia.

Kapolsek menambahkan, pelatihan tersebut tidak hanya diberikan satu kali saja. Namun, setiap giliran ronda diberi pelatihan sesuai jadwal materi yang akan disampaikan. “Hal ini dilakukan agar penyampaian lebih efektif dan warga juga dapat memperhatikan serta mempraktekkan tiap teori yang diajarkan,” tandas dia.

 

 

Sumber : Radar Banyumas

Editor : Aishwarya login by Polda Jateng