oleh

PKH Tahap Satu Belum Tuntas

bhinnekanusantara.id – Sampai bergulirnya penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) tahap dua 2019, 196 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan PKH di 17 kecamatan belum melakukan transaksi PKH tahap satu. Koordinator PKH wilayah timur Cilacap, Taryoko mengatakan, tujuh kecamatan yang sudah 100 persen transaksi terkait bantuan PKH yaitu Kecamatan Binangun, Nusawungu, Cilacap Tengah, Cilacap Selatan, Kampung Laut, Bantarsari dan Sidareja. Dari total 77.781 KPM, yang sudah melakukan transaksi mencapai 77.585.

“Laporan tersebut merupakan rekapitulasi berdasarkan laporan cross check pensdamping sosial PKH dari data dasar bank penyalur,” ujarnya, Minggu (10/3). Dia menjelaskan, penyebab belum tersalurkannya PKH tahap satu 2019 setidaknya ada delapan faktor.

Ke delapan faktor itu meliputi Anjungan Tunai Mandiri (ATM) rusak, ATM hilang, ATM salah PIN, KPM meninggal dunia, KPM ke luar kota, dobel kepesertaan, saldo nol dan KPM menjadi TKI ke luar negeri. “Saldo nol dari laporan hanya dua KPM,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, bagi yang ATMnya rusak, hilang, salah PIN, maka dapat mengajukan ATM baru ke bank penyalur. Surat kehilangan dari Polsek, surat keterangan dari desa dan buku tabungan harus dilampirkan. E-KTP dan kartu keluarga asli wajib dibawa didampingi pendamping sosial PKH. “Untuk KPM meninggal dunia menggunakan surat keterangan ahli waris,” jelas Taryoko.

Terkait belum semua KPM melakukan transaksi atau bantuan yang diterima tidak diambil semua, bisa disebabkan berbagai hal. Contohnya bantuan dipersiapkan untuk biaya kenaikan kelas atau tes di sekolah dan menabung untuk rencana modal usaha jualan kecil-kecilan sehingga bantuan tidak langsung habis untuk kebutuhan konsumtif.

Pendamping sosial PKH pun mengajarkan pengelolaan keuangan keluarga bantuan PKH agar bermanfaat. “Bantuan masih dapat dicairkan karena sifatnya tabungan dan tidak ada batasan waktu,” pungkasnya.

 

 

Sumber : Radar Banyumas

Editor : Aishwarya login by Polda Jateng