Polda Jateng Ungkap Aksi Curas Dikendalikan Napi di Lapas, 3 Pelaku di Tembak

bhinnekanusantara.id – Sebanyak 3 orang pelaku dibekuk tim Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jateng atas kasus  pencurian dengan kekerasan (curas) yang cukup unik karena dikendalikan dari dalam lapas.

Ketiga pelaku berinisial YT, AJ dan TR bahkan menerima timah panas dari aparat karena berusaha melawan dan melarikan diri. Ketiganya dikendalikan oleh WAWAN als WAWE (55) ditahan di Lapas Pati dan JAMAL (55) ditahan di lapas Kedungpane Semarang dalam kasus lain.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutrisna mengatakan kasus ini berawal dari laporan masyarakat atas penyekapan supir yang beroprasi dijalan lingkar Demak di Ds Kendaldoyong Kec Wonosalam Kab Demak hari Sabtu tanggal  3 November 2019.

“Kejadian ini supir bernama Philipus Minta memang sendirian membawa truk, korban disekap dan dibuang saat sedang istirahat diwilayah Demak, Barang barang yang ada didalam senilai 400 jutan dibawa kabur,” katanya saat konfrensi pers, di depan Loby Ditreskrimum Polda Jateng, Rabu ( 20/11/2019).

Direskrimum Polda Jateng Kombes Budhi Haryanto menjelaskan 2 orang tahanan yang turut terlibat dalam aksi ini berperan mengendalikan 3 tersangka di lapangan dengan mengunakan hanphone.

“Napi yang di Pati bertugas mencari pelaku, divonis 1 tahun 6 bulan, yang di Kedungpane betugas mencari penadahnya di vonis 3 tahun, dalam kasus yang sama curas.Kita akan dalami oknum LP yang terlibat dalam kasus ini, Caranya gimana si narapidana dalam menjalankan aksinya, dia punya HP yang digunakan untuk komunikasi, dia sudah punya jaringan sebelum masuk dalam lapas,” ujarnya.

Sementara, modus 3 pelaku yang berada  di TKP mencari truk secara acak yang melintas di sepanjang jalan pantura antara Demak – Pati.

“Dalam melakukan aksinya sang pelaku ini mobile berkeliling sepanjang pantura, kalau ada supir itu sendirian dan bisa dilumpuhkan maka akan di jadikan sasaran.Disekap, dibuang lalu diambil barang bawaannya dipindahkan di kendaraan lain,” terangnya.

Korban Dari PT Alam Mulia, Sriyanto membenarkan bahwa supirnya sempat hilang selama 2 minggu setelah kejadian dan ditemukan di daerah Tingkir.

“Supirnya ketemunya itu 2 mingguan setelah start awal kejadian, kondisi supir ditemukan dalam keadaan baik baik saja, sadar, cuma disekap aja pakai lakban,” ujarnya.

Sriyanto mengucapkan terimakasih kepada jajaran Polda Jawa Tengah yang telah berhasil mengungkap kasus ini.

Dalam kasus ini barang bukti yang turut diamankan diantaranya 2 (dua) buah Hanphone; 3 karton pipa air; Uang tunai sebesar Rp. 1.350.000, 2 karton kaca mata; 1 (satu) Unit Truk; 5 karton baterai; 19 karton obeng; 13 tabung alumunium dll.

Para tersangka ini dikenakan Pasal 365 KUHPDengan hukuman penjara selama-lamanya 9 (Sembilan) tahun, dihukum pencurian yang didahului, disertai dengan kekerasan terhadap orang, dengan maksud memudahkan pencurian. Serta Hukuman penjara selama-lamanya dua belas tahun, dijatuhkan.

 

sumber : agussaibumi

editor : saibumi @polda jateng