Polda Jateng Usai Penyerangan di Karanganyar: Polisi Jangan Sendiri saat Tugas

bhinnekanusantara.id – Polda Jawa Tengah memberi perhatian khusus terhadap kasus penyerangan ke Wakapolres Karanganyar Kompol Busroni dan sopirnya, Bripda Hanif Ariyono. Anggota Polri pun diminta tak bergerak sendiri, misalnya saat patroli lapangan.
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Iskandar F Sutisna, mengatakan anggota Polri sebenarnya sudah diimbau untuk tak sendirian saat bertugas. Langkah itu dilakukan agar para anggota saling bantu jika ada hal yang tak diinginkan.
“Anggota itu memang sudah lama perintahnya untuk tidak bergerak sendirian, artinya berdua, kalau terjadi apa-apa jadi bisa saling bantu,” ujar Iskandar di Polda Jateng, Kota Semarang, Senin (22/6).
polisi
Ilustrasi polisi. Foto: ANTARA FOTO/Rahmad
Selain itu, dalam setiap tugas, diharapkan salah satu anggota membawa senjata. Sehingga, apabila terjadi peristiwa serupa dengan penyerangan di jalur pendakian Cemoro Kandang, Gunung Lawu, Karanganyar, petugas bisa melawan.
“Dan juga ada anggota yang memiliki senjata, kalau memang diserang menggunakan senjata api ya bisa melawan. Itu yang dipertegas,” ucapnya.
Usai peristiwa yang menimpa Wakapolres Karanganyar, Polda Jateng juga memperketat pengamanan di kantor polisi wilayah tersebut. Puluhan personel Brimob dan Gegana pun disiagakan di Polres Karanganyar, Polsek hingga Pos Polisi di Karanganyar.
“Peningkatan keamanan diperlukan setelah kejadian penyerangan terhadap anggota oleh orang tidak dikenal kemarin,” ujar Kapolres Karanganyar, AKBP Leganek Mawardi, di kantornya, Senin (22/6). (dealova)