Polisi Amankan 6 Orang di Tangerang dan Molotov untuk Demo

bhinnekanusantara.id – Polda Metro Jaya mengamankan enam orang diduga merancang dan akan memancing aksi rusuh dengan menggunakan bahan peledak di tengah demonstrasi yang berlangsung. Belum diketahui demo mana yang akan menjadi sasaran kelompok terduga itu.

Dari informasi yang didapatkan, polisi mengamankan mereka di Cipondoh, Kota Tangerang pada Sabtu (28/9). Mereka ditangkap dengan barang bukti molotov.

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Abdul Karim membenarkan perihal penangkapan tersebut.

“Benar yang tangani Polda [Polda Metro Jaya],” ujar Abdul membalas pertanyaan, Minggu (29/9).

Dihubungi terpisah, Kasubag Humas Polres Metro Tangerang Kota Kompol Abdul Rachim mengatakan yang melakukan penangkapan adalah Subdit Jatanras Polda Metro Jaya.

“Tersangka dan barang bukti dibawa ke Polda,” ujar dia.

Dari penangkapan tersebut, katanya, salah satu yang diamankan adalah seorang yang diketahui berstatus sebagai dosen di Institut Pertanian Bogor (IPB).

Dari informasi yang diterima enam terduga itu yakni AB, S, YF, AU, OS, dan SS.

Sementara itu, seperti dikutip dari Antara, Rektor IPB Arif Satria mengaku kaget mendengarkan salah satu pengajar di institusinya diamankan Polda Metro Jaya. Ia pun menyatakan akan mendatangi Mapolda Metro Jaya untuk mengklarifikasi dan berkoordinasi dengan polisi.

“Saya terkejut sekali dengan berita tersebut. Malam ini saya menjenguk beliau di PMJ dan koordinasi dengan PMJ,” ujar Arif.

Dosen berinisial AB itu ditangkap di Jalan Maulana Hasanudin, Kecamatan Cipondoh, Sabtu (28/9) dini hari, sekitar pukul 01.00 WIB.

Ia ditangkap lantaran dituduh melanggar Pasal 1 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 atas tindak pidana membuat, menguasai, membawa, menyimpan, mengangkut, menyerahkan dan atau berusaha menyerahkan bahan peledak.

Antara melansir bahwa polisi juga mengamankan 29 bom jenis molotov yang disimpan di kediamannya, Perumahan Pakuan Regency Linggabuana, RT 003/007, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.

Pantauan Antara di rumah AB, Perumahan Pakuan Regency Linggabuana, RT 003/007, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, terdapat garis polisi melintang di depan rumah dengan cat warna hijau itu.

Salah seorang petugas keamanan perumahan, Junaedi mengatakan, pemilik rumah tersebut sudah tiga hari lalu tidak terlihat di sekitar kompleks perumahan.

“Sehari-hari baik orangnya. Sosialisasi juga dengan tetangga. Pas Sabtu siang emang sudah ada polisi datang. Kebetulan Saya Jumat lepas piket,” kata Junaedi.

Belum ada keterangan resmi dari Polda Metro Jaya terkait ini.

 

sumber : cnn
editor : saibumi @polda jateng #polres rembang