BREAKING

Berita JatengHukum

Polisi Cek Darah Ayah, Memastikan Identitas Jenazah Bertato Naga Korban Mutilasi

SUKOHARJO, Jateng – Tim Forensik Polda Jateng mengambil sampel darah Ratiman (78). Pria asal Kebumen itu diduga ayah R, pria korban mutilasi yang potongan tubuhnya ditemukan di Kabupaten Sukoharjo dan Kota Solo.

Pengambilan sampel darah dilakukan di Mapolsek Grogol, Sukoharjo. Kasat Reskrim Polres Sukoharjo AKP Teguh Prasetyo mengatakan sampel darah Ratiman akan dibawa ke Labfor Polda Jateng untuk dicocokkan dengan R.

“Sampel darah orang tuanya (Ratiman) itu untuk memastikan jika korban adalah R. Kalau ciri-ciri tetangga, keluarga, identifikasi Inafis mengarah ke R. Tapi untuk membuat identitas itu akurat 100 persen harus lewat tes DNA dulu,” kata Teguh saat dihubungi awak media, Kamis (25/5/2023).

Sambil menunggu hasil dari tim forensik, proses penyelidikan kasus mutilasi ini tetap jalan terus. Termasuk memburu pelaku mutilasi.

“Kita juga melakukan penyelidikan terkait dengan perbuatan tersebut, dan mencari pelaku. Saksi-saksi masih yang menemukan potongan tersebut,” ujarnya.

Sebelumnya, berdasarkan hasil pemeriksaan sidik jari tim forensik Polda Jateng, identitas potongan mayat yang ditemukan di Sukoharjo dan Solo adalah pada R (51) warga Kampung Keprabon Wetan, Kelurahan Keprabon, Kecamatan Banjarsari, Solo.

Ratiman mengatakan dia diberi kabar terkait hal tersebut oleh pihak kepolisian di Kebumen dan perangkat desanya. Dia bahkan sudah mendatangi Mapolsek Grogol pada Rabu (24/5) malam.

Siang ini, dia kembali ke Mapolsek Grogol, untuk pengambilan sampel darah. “Katanya (pengambilan sampel darah) untuk dicek dengan korban, disamakan nanti. Kalau saya (golongan) darahnya O, kalau (benar) R mestinya sama,” kata Ratiman.

Dia berharap dengan pemeriksaan ini semuanya bisa menjadi gamblang, apakah mayat termutilasi itu benar anaknya atau bukan. Sebab, dia sudah lama tak bersua putranya R.

Ratiman mengaku sudah 14 tahun menjadi sopir bajaj di Jakarta. Sejak saat itu, dia sudah tak pernah berkomunikasi dengan R. Bahkan saat dirinya kembali ke Kebumen.

“Tidak pernah kontak, tidak pernah ke Kebumen. Sampai sekarang saya tidak tahu informasinya bagaimana, tinggal di mana,” ujarnya.

Sepengetahuannya, anak keduanya itu orangnya pendiam, dan tak pernah banyak tingkah. Soal memiliki tato, dia meyakini jika R hanya ikut-ikutan, dan iseng saja.

“Saya nggak tahu apa-apa, karena saya tidak di sini. Saya nggak merasakan apa-apa, biasa. Tahu ada ini kaget, saya ke sini untuk memastikan. Kalau bisa segera ketemu, dan jelas semua,” harapnya.

sumber : detikjateng

 

Polda Jateng, Jateng, Polrestabes Semarang, Polres Rembang, Polres Sukoharjo, Polres Pati, Polres Batang, Polres Humbahas, Polda Sumut, Kapolres Sukoharjo, AKBP SIGIT, AKBP Hary Ardianto, Polres Banjarnegara

Related Posts