Polisi Gencarkan Sosialisasi Cegah Perundungan di Lingkungan Pelajar Malang

Polisi Gencarkan Sosialisasi Cegah Perundungan di Lingkungan Pelajar Malang

MALANG - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Malang Kota melakukan penguatan edukasi kepada para pelajar yang ada di wilayah setempat untuk mencegah munculnya perilaku perundungan, khususnya di lingkungan sekolah.

Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Malang Kota Iptu Khusnul Khotimah ditemui di SMP Negeri 3 Kota Malang, Jawa Timur, Selasa, mengatakan konsep edukasi dikemas dengan konsep Roadshow Sosialisasi Anti Bullying yang menyasar sejumlah sekolah di wilayah setempat.

"Kami melakukan edukasi ini untuk mengurangi kasus bullying di Kota Malang melalui roadshow sosialisasi anti bulllying total ada sekitar lima sampai enam sekolah dan bekerja sama dengan universitas di sini," kata Khusnul.

Dia menjelaskan penguatan edukasi anti perundungan ini juga menjadi tindak lanjut dari adanya dugaan kasus perundungan di sekitaran area pemakaman di Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Kejadian di Sukun itu melibatkan anak, baik sebagai terduga pelaku maupun korbannya.

Berdasarkan catatan, sepanjang 2025 Polresta Malang Kota telah menangani sebanyak delapan kasus perundungan, dimana jumlah itu meningkatkan dari periode 2024 yang ada enam kasus.

Aktivitas perundungan didominasi berupa kekerasan fisik, dengan korban mayoritas adalah anak laki-laki. Namun ada juga beberapa korban merupakan perempuan.

Khusnul menyebut kebanyakan kasus perundungan yang melibatkan anak sebagai pelaku dikarenakan mereka ingin menunjukkan jati diri dan mendapatkan pengakuan dari teman sebayanya.

"Kejadiannya ada di sekolah, terus pulang sekolah mereka semacam ada tongkrongan kantin atau lainnya," ucapnya.

Oleh karena itu, pada roadshow ini Polresta Malang Kota memberikan materi soal dampak hukum yang bisa diterima pelaku perundungan dan resiko kesehatan mental bagi korban.

"Bahkan korban bullying bisa sampai bunuh diri, bahkan mentalnya terganggu. Ada korban yang kami tangani sampai sekarang masih terganggu mentalnya, banyak yang kami bina melalui psikolog, ada yang kami rujuk ke rumah sakit jiwa. Makanya dampak dari bullying ini luar biasa," ujarnya.

Kepolisian setempat menyatakan komitmennya untuk terus membangun sinergisitas dengan berbagai pihak, seperti tenaga pendidik, pemerintah, dan setiap orang tua pelajar.

Pada kesempatan itu, Khusnul juga mengingatkan kepada setiap orang tua agar lebih memperhatikan aktivitas para pelajar sehingga mereka tidak terlibat melakukan perundungan kepada teman sebaya.

"Orang tua harus mampu menjadi teman bagi anaknya," tuturnya.

sumber: antara

Read more