oleh

Polres Batasi Kontak Fisik Tahanan dengan Pembesuk

bhinnekanusantara.id – Kontak fisik antara pembesuk dan tahanan seharusnya sangat dibatasi. Tapi, di ruang tahanan Mapolres Wonogiri hal tersebut masih cukup longgar. Karena jarak antara teralis besi kurang rapat.

 

Sebab itu, Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dit Tahti) Polda Jateng yang melakukan supervisi kemarin (11/3) menyarankan dilakukan evaluasi. Kapolres Wonogiri Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti Istiwidayati melalui Paur Subbag Humas Aipda Iwan Sumarsono mengatakan, supervisi dipimpin langsung Dir Tahti Polda Jateng AKBP Syarif Rahman.

 

“Setelah memberikan pengarahan, dir tahti beserta tim didampingi seluruh pejabat utama Polres Wonogiri melakukan cek dan kontrol ruang tahanan. Berlanjut pengecekan administrasi di ruang Sat Tahti,” kata Iwan, Senin (11/3).

 

Dir tahti memberikan empat poin masukan agar segera ditindak lanjuti. Yakni, pintu depan ruang tahanan ditambah kawat ram berukuran 1 sentimeter guna mencegah pembesuk dan tahanan kontak fisik.

Masukan lainnya, ketika memasukkan tahanan harus dilengkapi surat perintah penahanan. Serta semua kegiatan harus ditulis di buku mutasi.

Selanjutnya, larangan adanya ruang khusus bagi tahanan. “Yang tidak kalah penting, siapa pun tidak boleh membawa senjata api jika masuk ruang tahanan,” ungkap dia.

 

 

 

Sumber :  Radar Solo

Editor : Bhuwananda login by Polda Jateng