Polres Cilacap Gerebeg Pabrik Jamu Oplosan

Cilacap – Satuan Reserse Narkoba Polres Cilacap Jawa Tengah menggrebeg pabrik jamu palsu oplosan  di Desa Kedawung Kecamatan Kroya, Cilacap. Jamu oplosan  tersebut diduga  mengandung bahan kimia obat (BKO).

Pemilik pabrik, Sug (41), berhasil diamankan, berikut barang bukti.  Dari hasil pembuatan jamu tradisional oplosan  itu Sug , warga Desa   Mujur Kecamatan Kroya, Cilacap memperoleh keuntungan ratusan juta rupiah.

Dari rumah tersangka Sug  aparat juga menyita belasan  ribu karung bahan baku produksi jamu dan bahan kima obat (BKO) seperti viagra.

“Produknya jamu palsu, berupa  campuran antara tepung, jahe, cabai jawa kemudian dioplos seperti panadol,   obat-obatan yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat. Bahan kimia obat  berupa sildenafil atau viagra  itu membahayakan kesehatan,” kata  Kepala Polres Cilacap Ajun Komisaris Besar Polisi Djoko Julianto, Jumat 8 Maret 2019.

Informasi adanya pembuatan jamu palsu diperoleh dari masyarakat, kemudian dilakukan penggrebegan pada Rabu 6 Maret 2019. “Kita pantau aktivitas tersangka,  pada Rabu sekitar pukul 17.30 WIB, tersangka kita tangkap di salah satu rumah pekerjanya,  berinisial W, di  Desa Mujur,” ujar Kapolres  mengungkapkan.

Di rumah Sug dan W ditemukan barang bukti, berupa mesin produksi,  ribuan bungkus jamu dari berbagai merek yang siap edar, serta beberapa karung serbuk bahan baku untuk membuat jamu palsu, hingga pembungkus plastik kemasan.

Menurut Kapolres, bahan oplosan tersebut oleh tersangka kemudian  dikemas menjadi produk jamu kuat, sakit kepala, obat untuk asma. Namun yang paling dominan adalah produk jamu kuat untuk laki-laki, seperti  jamu Greng  Jos,  jamu  Kopi Cleng,  Tiger-X, merk Miramax, jamu Xian Ling, Cobratawon Liar.

Usaha ilegal tersebut sudah dilakukan selama satu tahun dengan omzet mencapai Rp 500 juta per bulan.  “Omzetnya cukup besar,  keuntungan yang didapat juga sangat besar. Pasar potensial adalah di luar Jawa,” tambahnya.

Untuk membuat jamu,  Sug melibatkan beberapa pekerja.  Mereka kini sedang menjalani pemeriksaan sebagai saksi.

Sug sendiri mengaku jamu produksinya berupa oplosan tepung,  jahe,  cabai jawa, dan obat kimia untuk menambah stamina. “Semua bahan baku tersebut dia peroleh dari rekannya secara online,” kata Sug.

Tersangka terancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda Rp1,5 miliar.

 

 

Sumber : Pikiran Rakyat

Editor : Bhuwananda login by Polda Jateng