Polres Kebumen Terpaksa Bubarkan Pengajian Demi Cegah Penyebaran Wabah Virus Corona

bhinnekanusantara.id – Di tengah pandemi Virus Corona yang mulai mengkhawatirkan, warga Desa Lerepkebumen Kecamatan Poncowarno tetap menyelenggarakan kegiatan Isro Miroj di Masjid Baitussalaf, Rabu (25/3/2020).

Rupanya, Kades Wahyono kewalahan tidak bisa mengendalikan warganya agar menunda kegiatan sesuai anjuran pemerintah dan Fatwa MUI yang melarang menyelenggarakan kegiatan yang melibatkan orang banyak.

Kondisi ini membuat Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan beserta jajarannya selanjutnya Kodim 0709 Kebumen dan Satpol PP harus turun tangan.

“Aku sudah memperingatkan warga, mohon maaf kepada pihak Polri.”

“Dengan kedatangan Polres masyarakat jadi bisa lebih tahu bahaya virus corona,” kata Wahyono.

AKBP Rudy saat sampai di lokasi diberikan kesempatan memberikan sosialisasi tentang bahaya penyebaran virus corona yang harus disikapi dengan serius.

“Seluruh hadirin, nanti setelah pulang dari sini langsung mandi, ganti baju.

Jangan buru-buru pegang cucu atau anak ya,” imbau Kapolres Kebumen.

Setelah mendapat penyuluhan, karena acara memang sudah selesai, warga pun memutuskan meninggalkan masjid.

Sesuai Maklumat Kapolri Jendral Polisi Idham Azis tentang kepatuhan terhadap kebijakan Pemerintah dalam penanganan penyebaran virus corona, warga tidak diizinkan menyelenggarakan kegiatan yang melibatkan banyak orang.

Hal ini untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona di lingkungan masyarakat.

Kapolres Kebumen berharap warga masyarakat untuk mematuhi Maklumat Kapolri dan imbauan pemerintah itu.

Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Kebumen menyatakan masa tanggap darurat bencana non alam menyusul adanya warga yang telah terjangkit virus Corona (COVID-19).

Ketua Gugus Penanggulangan COVID-19 Arif Sugiyanto mengatakan, seorang pasien asal Kebumen telah meninggal dunia dan dinyatakan positif Corona.

Arif mengatakan, pasien itu meninggal di sebuah rumah sakit di Yogyakarta.

Pihaknya pun telah menerima hasil uji laboratorium yang menyatakan pasien meninggal itu positif terinfeksi corona.

“Pasien dikremasi, dilakukan upacara menurut agamanya di luar Kebumen,”katanya

Menyusul kejadian ini, pihaknya gerak cepat melakukan upaya penanggulangan.

Rumah dan tempat usaha atau toko milik pasien meninggal telah disemprot disinfektan.

Pihaknya juga akan menutup toko pasien yang meninggal sebagai upaya pencegahan.

Orang-orang terdekat yang pernah berinteraksi dengan korban, semisal keluarga dan karyawannya akan diminta melakukan karantina mandiri.

Terkait itu , pihaknya akan memberikan surat pemberitahuan resmi ke keluarga.

“Nanti juga ditembuskan ke aparat untuk penjagaan bersama,” katanya.

editor : dealova @polda jateng

#agussaibumi