Polres Semarang Canangkan Ponpes Tangguh Nusantara

bhinnekanusantara.id – Polres Semarang mencanangkan Program Pondok Pesantren (Ponpes) Tangguh Nusantara Candi untuk mendukung tatanan baru pandemi Covid-19. Program tersebut, Jumat (3/7) siang, dicanangkan kali pertama di Ponpes Darussalam Gebugan, Bergas, Kabupaten Semarang.

Dikatakan Kapolres Semarang, AKBP Gatot Hendro Hartono, program yang dimaksud merupakan kelanjutan Pencanangan Program Kampung Tangguh dan Pasar Tangguh Nusantara Candi belum lama ini. “Kita berharap, setiap ponpes bisa mengikuti kegiatan yang ada di Ponpes Darussalam. Di ponpes ini memiliki tiga aspek tangguh, yaitu tangguh keamanan, kesehatan, dan tangguh ketahanan pangan,” kata AKBP Gatot.

Pihaknya percaya, ponpes yang ada di Kabupaten Semarang sudah memiliki tiga aspek ketangguhan tadi. Ketika memiliki aspek tangguh ketahanan pangan atau lumbung ekonomi mandiri, ia yakin beberapa kebutuhan santri bisa dicukupi dari lumbung yang sudah dikembangkan. Keberadaan lumbung ekonomi mandiri dinilai tepat sebagai upaya preventif dan preentif sekaligus sarana edukasi kepada masyarakat menuju tatanan baru pandemi Covid-19.

“Nah di sini, yang kita pilih tempatnya Mbah Kiai Murodi. Kedepannya, mbah kiai atau tokoh agama yang memiliki ponpes dapat mengaplikasikan pola sesuai dengan protokol kesehatan,” jelasnya.

Pengasuh Ponpes Darussalam Gebugan, KH Murodi menuturkan, sejauh ini pihaknya baru mengaktifkan kegiatan santri dari Kabupaten Semarang saja yang jumlahnya mencapai 1.000 orang dari total lebih dari 2.500 orang santri formal. Adapun santri dari luar Jawa, seperti asal Kalimantan dan Sumatera belum diperkenankan kembali beraktivitas karena pandemi Covid-19.

“Ada pendidikan formal dan non formal, ada MI, SMP, dan SMK Kesehatan,” imbuhnya.

Bagi santri yang sudah masuk dan beraktivitas di pondok, seluruhnya wajib melalui dan mematuhi protokol kesehatan. Termasuk mengikuti pemeriksaan kesehatan serta karantina mandiri di area pondok.

“Tiap santri yang datang, pasti barang bawaannya diperiksa. Mereka pun harus mandi dahulu sebelum masuk ke kamar. Sebelum karantina, belum boleh masuk kamar,” papar KH Murodi. (dealova)