Polres Sukoharjo Ungkap Kasus Pembunuhan Juragan Dodol di Weru

bhinnekanusantara.id – Kasus pembunuhan Juragan Jenang Dodol di Weru, Mujiman, beberapa waktu sudah menemui titik terang.

Saat ditanyai mengenai kasus tersebut, Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi, masih enggan membeberkan hal tersebut.

“Nanti saja, kita akan buka saat konferensi pers,” katanya beberapa waktu lalu.

Hari ini, Jumat (8/3/2019) pukul 13.00 WIB, Polres Sukoharjo melalui humasnya menyampaikan akan melakukan konferensi pers terkait pembunuhan di Weru tersebut.

Hal ini dibenarkan Kasat Reskrim Polres Sukoharjo, AKP Rifeld Contantien Baba.

“Ya hari ini akan ada Konferensi Pers terkait kasus pembunuhan yang di Weru itu,” katanya.

Kasus pembunuhan pada awal tahun 2019 ini cukup menggerkan masyarakat Sukoharjo.

Pada Rabu (2/1/2019) lalu, seorang pria ditemukan tewas penuh luka di dalam mobil Toyota Kijang nopol AD 1254 GD di Dusun Pungsari, Desa Jatingarang, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo.

Pria itu diketahui bernama Mujiman warga Dusun Pungsari, Desa Jatingarang, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo.

Sebelum ditemukam tewas, ada seorang wanita yang keluar dari dalam mobil tersebut dengan penuh luka.

Wanita tersebut diketahui bernama Suyanti warga Desa Candirejo, Semin, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dugaan sementara tewasnya Mujiman dikarenakan masalah utang piutang.

 

Polisi Periksa 6 Saksi

Sebelumnya polisi memeriksa tiga saksi kasus pembunuhan juragan jenang dodol asal Weru, Mujiman, satu di antaranya yaitu Suyanti yang merupakan saksi kunci dalam peristiwa ini sekaligus saksi korban.

Kemudian polisi memeriksa Patmi, yang merupakan istri Mujiman, dan Didik pria yang menolong Suyanti setelah keluar dari dalam mobil.

Saat ditemui wartawan, Kamis (17/1/2019), Kasatreskrim Polres Sukoharjo, AKP Rifeld Constantien Baba, mengatakan pihak kini telah memeriksa tiga saksi baru.

“Kami saat ini sudah memeriksa enam saksi,” katanya.

Ketiga saksi baru ini berinisial S, M, dan T.

S merupakan teman dari Suyanti yang mengantar Suyanti ke rumah Mujiman, saat Suyanti hendak memastikan kepada Patmi jika uangnya telah diberikan kepada Mujiman.

“Saksi M dan T merupakan teman Mujiman yang memperbaiki mobil Mujiman saat mobilnya mogok,” katanya.

Karena masih proses penyelidikan, Rifeld enggan memberikan keterangan lebih jauh.

“Nanti saja jika prosesnya sudah selesai akan di umumkan pak Kapolres,” katanya.

 

Sumber : TribunJateng

Editor : Bhuwananda IMM Polda Jateng