oleh

Polres Temanggung Kembali Bongkar Pembakar Kendaraan

bhinnekanusantara.id – Jajaran Kepolisian Resort (Polres) Temanggung, kembali membongkar pelaku dugaan aksi pembakaran sebuah unit mobil L300 berwarna hitam bernomor polisi AA 1909 ZY di teras rumah Surahman (43) di Dusun Banguntapan, RT 05 RW 03, Desa Kwadungan Jurang, Kecamatan Kledung, Temanggung, pada Minggu (10/3) sekitar pukul 22.45 WIB. Pelaku berhasil dibekuk aparat kepolisian di rumahnya Selasa (12/3) sekitar pukul 17.15 WIB, setelah dua hari melakukan pendalaman dari keterangan saksi-saksi.

Kapolres Temanggung, AKBP Wiyono Eko Prasetyo mengungkapkan, saat ini tersangka telah ditahan di Mapolres Temanggung, yakni Yudha Setiawan (29), warga Dusun Kwadungan Jurang, Desa Kwadungan Jurang, Kecamatan Kledung, Temanggung. “Tersangka dibekuk pada hari Selasa (12/3) sekitar pukul 17.15. Tim yang dipimpin Kasat Reskrim AKP Dwi Haryadi, berhasil melakukan penangkapan terhadap tersangka YS alias YD dan melakukan penyitaan beberapa barang bukti,” ungkapnya, saat ungkap kasus di Mapolres Temanggung, Rabu (13/3) siang.

Dia membeberkan, selain tersangka, pihak kepolisian juga mengamankan seorang pria di bawah umur berinisial GP (15) yang juga warga Desa Kwadungan Jurang RT 01 RW 01, Kecamatan Kledung, Temanggung. “Pria yang masih di bawah umur ini untuk sementara hanya dijadikan sebagai saksi, karena saat tersangka beroperasi, dia tidak tahu apa-apa dan tidak memiliki peran apa-apa membantu tersangka, saat melakukan operasi pembakaran sebuah mobil L300 milik korban,” beber dia.

Menurut Kapolres, kronologis kejadian pembakaran mobil tersebut terjadi pada Minggu (10/3) sekitar pukul 22.45 WIB. Ketika itu korban sedang berada di rumah saat akan tidur. Namun, tiba-tiba istri korban mencium bau seperti karet terbakar dan bau bensin. Kemudian korban ke luar rumah dan mendapati mobil L300 yang diparkirkan di depan rumahnya sudah dalam keadaan terbakar. Kondisi api sudah membakar bagian kabin depan mobil sebelah kiri sampai ke ban depan kiri.

Atas kejadian itu, korban bersama sejumlah saksi yang merupakan tetangga korban, berusaha untuk memadamkan api dengan cara disiram dengan pasir yang berada di dekat mobil. “Saat disiram dengan pasir, api justru semakin membesar, kemudian proses pemadaman dilakukan dengan air. Sekitar 15 menit kemudian api bisa dipadamkan. Setelah itu, korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Parakan. “Petugas kepolisian berupaya melakukan reaksi cepat atas persoalan ini,” tutur dia.

Lebih lanjut dia menjelaskan, berdasarkan keterangan tersangka, pada Minggu (10/3) sekitar pukul 10.00 WIB, tersangka pada saat sedang berada di gudang milik Harjo yang dikelola oleh tersangka. Kedatangan seseorang yang tidak dikenal itu mengaku sebagai orang yang telah mongontrak gudang tersebut dan menyuruh untuk segera dibersihkan, karena akan segera digunakan. “Saat itu, tersangka menanyakan kepada orang tersebut, Kok bisa tahu dan kemudian mengontrak gudang ini?” lalu dijawab: yang memberi tau saudara Srh, korban,” beber dia.

Atas hal tersebut tersangka merasa sakit hati, karena atas perbuatan Surahman tersebut, berakibat tersangka tidak lagi bisa menggunakan gudang yang kesehariannya digunakan oleh tersangka Yudha untuk bekerja. Kemudian pukul 21.00 WIB, tersangka pergi dari rumah dengan menggunakan sepada motor Yamaha Jupiter MX, pergi ke rumah GP di Desa Kwadungan Jurang. Tersangka kemudian mengajak GP untuk ke luar nongkrong di angkringan. Kemudian, mereka berdua pergi dgn menggunakan sepeda motor tersebut menuju angkringan dekat BRI Parakan.

Pukul 21.30 WIB, mereka pergi menuju ke angkringan di Jalan Km 7 Parakan-Wonosobo, Desa Kwadungan Jurang. Setelah selesai makan, pukul 22.00 WIB, mereka pulang ke rumah tersangka untuk mengambil Jerigen. Setelah itu, mereka pergi ke SPBU Catur Anom Parakan untuk membeli BBM jenis Pertalite Rp 15.000,-, diisikan ke dalam Jerigen, dan Rp 15.000,- yang diisikan ke dalam sepeda motor Yamaha Jupiter MX. Setelah itu mereka pergi ke angkringan dekat BRI Parakan, kemudian membeli sate tusuk dan saat itu mereka minta plastik kresek warna hitam sambil membawa jerigen ditaruh di tengah antara Yudha dan GP.

Plastik kresek tersebut kemudian digunakan untuk penutup jerigen yang sudah terisi pertalite. Kemudian mereka pergi menuju ke arah tempat kejadian perkara melalui jalan kampung samping Ruko Pak Ya’i di Kwadungan Jurang, menuju lokasi teras rumah korban. Saat mendekati TKP, tepatnya di Perempatan Cengan yang jaraknya sekitar 500 meter dari TKP, mereka bertemu dengan beberapa orang yang sedang berada di perempatan. Saat itu tersangka Yudha bilang: Klamit (permisi).

Setelah melewati rumah korban, sekitar pukul 22.45 WIB, kemudian berhenti jarah sekitar 20 meter dari rumah korban. Kemudian sepeda motor dimatikan, tersangka turun, mangambil jerigen yang dibawa GP. Kemudian tersangka mendekat ke rumah korban, saat itu GP tetap berada di atas sepeda motor. Kemudian tersangka menuangkan BBM tersebut pada roda depan kiri mobil Pickup L300 milik korban yang saat itu di parkir di depan rumah korban (teras), yang di bawahnya ada tumpukan pasir.

Tersangka kemudian mengabil korek gas merek Tokai warna kuning yang sudah dipersiapkan sebelumnya, kemudian menyalakan korek tersebut dan didekatkan ke bagian roda mobil tersebut. Saat itu juga api menyala membesar, kemudian tersangka lari dengan membawa jerigen menuju sepeda motor, dan lari naik sepeda motor tersebut menuju arah Jalan Raya Parakan-Wonosobo dengan dikendarai GP dan tersangka membonceng. Setelah sampai di di jalan Raya Parakan-Wonosobo, kemudian kemudi diambil alih tersangka.

Kemudian mereka pulang menuju ke rumah GP, setelah itu jerigen di taruh oleh tersangkadi dapur rumah GP. Setelah itu mereka tidur dan pagi harinya tersangka pulang ke rumahnya dengan menggunakan sepeda motor tersebut. “Dari hasil oleh TKP, keterangan beberapa saksi, petunjuk IT, hasil lidik dan hasil gelar perkara, di dapat kesimpulan bahwa tersangka sakit hati kepada korban, karena gudang milik Harjo yang saat itu dikelola oleh tersangka tau-tau di sewa oleh orang lain melalui korban,” beber dia.

Turut diamankan dalam peristiwa tersebut barang bukti satu unit mobil L300 warna hitam bernomor polisi AA 1909 ZY, dua buah sobekan plastik kresek warna hitam bau bensin, yang ditemukan di jalan depan tempat kejadian perkara, jarak sekitar 20 meter dan sample pasir yang bau bensin diduga bercampur bensin, posisi di samping kiri mobil yang terbakar.

Turut disita dari tersangka barang bukti satu unit sepada motor Yamaha Jupiter MX bernomor polisi R 2847 EG warna hitam lis merah, sebagai sarana kendaraan yang digunakan tersangka.

Ada juga barang bukti satu buah korek api gas merek Tokai warna kuning yang digunakan untuk pematik api dalam pembakaran mobil. “Kami amankan juga satu buah Jerigen tanpa tutup warna putih bergambar Kelinci bertuliskan GA 10, tempat bensin pertalite yang digunakan untuk membakar mobil korban,” ungkapnya.

Turut disita pula satu buah kaos warna kuning bertuliskan Original, pakaian yang digunakan saat melakukan pembakaran. Satu buah celana panjang warna coklat muda merek Roxeld Autentic Brand, pakaian yang digunakan tersangka saat melakukan pembakaran dan satu pasang sandal jepit merek Ando warna hitam yang digunakan saat melakukan pembakaran.

 

 

Sumber : Suara Merdeka

Editor : Kiss login by Polda Jateng