Polresta Malang Kota Selidiki Dugaan Bullying terhadap Anak di Kecamatan Sukun
Kota Malang – Polresta Malang Kota tengah melakukan penyelidikan terkait dugaan kasus bullying terhadap korban FK, yang terjadi di wilayah Kecamatan Sukun, Kota Malang. Hal itu dikatakan oleh Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Yudi Rusdiyanto, Kamis (13/11/2025) tadi.
Pria yang akrab disapa Yudi, itu membenarkan bahwa laporan tersebut telah diterima dan kini tengah ditangani oleh Satreskrim Polresta Malang Kota bersama Polsek Sukun. “Kami Polresta Malang Kota telah menerima laporan adanya dugaan kekerasan terhadap anak. Selanjutnya kami laporkan kepada Bapak Kapolresta Malang Kota. Bapak Kapolres memerintahkan kami untuk melakukan penelusuran dan penyelidikan terkait dengan dugaan tersebut,” jelas Ipda Yudi.
Menurutnya, proses penelusuran di lapangan telah dilakukan sejak Rabu (12/11/2025) kemarin. Tim gabungan Satreskrim Polresta Malang Kota dan Unit Reskrim Polsek Sukun mendatangi lokasi kejadian sekaligus mengidentifikasi korban.
“Syukur Alhamdulillah, kemarin sore sekitar pukul 17.00, korban telah melaporkan kejadian tersebut dan langsung melaksanakan visum. Selanjutnya, kasus ini akan kami tindaklanjuti proses hukumnya secepatnya, mengingat ini berkaitan dengan kekerasan terhadap anak,” katanya.
Korban bullying tersebut kelahiran tahun 2012 dan masih berstatus pelajar. Hingga kini, penyelidikan masih berlangsung. Tentunya masih dilakukan pendalaman oleh Polresta Malang Kota.
“Tentu harus berhati-hati karena korban mengalami trauma. Termasuk soal hubungan antara korban dan pelaku, apakah teman sekolah atau teman lainnya, itu juga masih kami dalami,” tuturnya.
Selain menerima laporan, pihak kepolisian juga memberikan pendampingan psikologis terhadap korban. “Kami mengajak korban melaporkan kejadian tersebut dan secara otomatis kami juga memberikan pelayanan psikologi melalui tim trauma healing Polresta Malang Kota. Kami akan mendampingi korban sampai perkara ini tuntas,” ujarnya.
Terkait kondisi korban, pihak kepolisian masih menunggu hasil visum dari pihak medis. “Korban juga seorang perempuan dan kami belum bisa menjelaskan luka-luka apa saja sampai hasil visum keluar,” lanjutnya.
Hingga kini, penyidik masih menelusuri dugaan pelaku yang disebut-sebut masih sebaya dengan korban. “Nanti kita lihat hasil penyelidikannya. Karena ini menyangkut anak di bawah umur, penanganannya tentu dilakukan secara hati-hati sesuai prosedur perlindungan anak,” imbuh Yudi.