Polresta Pontianak Intensifkan Patroli Titik Rawan, Kapolresta: Pencegahan Lebih Utama
Pontianak – Polresta Pontianak kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui program Jumat Curhat, yang kali ini digelar dengan suasana santai namun penuh makna di Cafe Bacoot, Jalan Tanjung Raya 2, Kecamatan Pontianak Timur, Jumat (30/1/2026) siang.
Mengusung konsep nongkrong berfaedah, kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka antara kepolisian dan masyarakat untuk menyerap langsung aspirasi warga sekaligus memperkuat sinergi lintas elemen dalam menjaga kondusivitas wilayah.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Kapolresta Pontianak Kombes Pol Endang Tri Purwanto, S.I.K., M.Si., didampingi Kapolsek Pontianak Timur, Danramil Pontianak Timur, serta Camat Pontianak Timur. Turut hadir pula jajaran POKDAR Kamtibmas, pengurus RT/RW, tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat setempat.
Dalam forum tersebut, Kapolresta Pontianak menyampaikan penegasan penting terkait disiplin internal Polri, khususnya dalam pemberantasan narkoba. Ia menegaskan bahwa institusi yang dipimpinnya menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap segala bentuk penyalahgunaan narkoba oleh anggota.
“Tidak ada ruang bagi anggota Polri yang terlibat narkoba. Ini komitmen mutlak. Kami terus menanamkan nilai moral dan spiritual kepada seluruh personel, serta menjaga osmoregulasi diri agar tetap stabil dan tidak terpengaruh lingkungan negatif,” tegas Kombes Endang.
Selain penguatan internal, Polresta Pontianak juga menekankan peningkatan kehadiran polisi di tengah masyarakat. Hal tersebut diwujudkan melalui intensifikasi patroli di titik-titik rawan serta penguatan langkah preventif dan preemtif guna mencegah tindak kriminalitas sejak dini.
Menjelang bulan suci Ramadan, Kapolresta turut memberikan atensi khusus terhadap potensi gangguan kamtibmas yang melibatkan remaja. Ia mengajak para orang tua di wilayah Pontianak Timur untuk lebih aktif mengawasi aktivitas anak-anak mereka, terutama di ruang digital.
“Kami mengimbau para orang tua untuk aktif mengecek aktivitas anak, termasuk ponsel mereka. Jangan sampai anak-anak kita terlibat perang sarung, balap liar, atau bahkan penyalahgunaan narkoba yang bisa merusak masa depan,” ujarnya.
Dalam sesi dialog, warga menyampaikan berbagai keluhan dan masukan, mulai dari persoalan lalu lintas, keamanan lingkungan, hingga keresahan sosial di tingkat permukiman. Seluruh aspirasi tersebut langsung ditanggapi oleh jajaran Polresta Pontianak sebagai bentuk respons cepat dan pelayanan humanis kepada masyarakat.
Program Jumat Curhat ini menjadi wujud nyata pendekatan Polri Presisi, yang tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menciptakan rasa aman dan nyaman secara berkelanjutan. (*)