Polri Gaspol Bangun 1.179 Dapur MBG, Siap Serap Hampir 59 Ribu Tenaga Kerja!
Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tancap gas mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan membangun 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai wilayah Indonesia. Program ini bukan hanya menyasar pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga diproyeksikan menyerap hingga 58.950 tenaga kerja.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan, dari total 1.179 SPPG tersebut, sebanyak 411 unit telah beroperasi. Sementara 169 lainnya dalam tahap persiapan operasional, 499 masih dalam proses pembangunan, dan 107 unit sudah memasuki tahap peletakan batu pertama (groundbreaking).
“Apabila seluruh SPPG tersebut telah beroperasi, diproyeksikan dapat memberi manfaat bagi 2.947.500 orang dan menyerap 58.950 tenaga kerja,” ujar Sigit dalam peresmian 1.072 SPPG dan 18 Gudang Ketahanan Pangan di Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Program dapur MBG Polri ini tidak hanya terpusat di Pulau Jawa. Polri memastikan pemerataan pembangunan hingga wilayah timur Indonesia. Tercatat, 33 SPPG telah dibangun di Papua. Bahkan, Polri tengah melakukan survei bersama Badan Gizi Nasional untuk pembangunan lanjutan di Papua Pegunungan, Papua Barat Daya, dan Papua Tengah.
Langkah ekspansif ini juga menjadi bagian dari target ambisius Polri pada 2026 untuk membangun total 1.500 SPPG di seluruh Indonesia, memperluas jangkauan penerima manfaat program MBG.
Dari sisi kualitas dan keamanan pangan, Polri menegaskan penerapan standar ketat. Sebanyak 201 SPPG telah mengantongi sertifikat laik higienis sanitasi, 119 bersertifikat halal, dan 147 memiliki sertifikat uji laboratorium. Seluruh dapur menerapkan prinsip food security dan food safety secara ketat melalui penggunaan test kit sebagai kontrol kualitas bahan pangan.
Program ini menjadi bukti bahwa peran Polri tidak hanya terbatas pada fungsi keamanan dan penegakan hukum, tetapi juga hadir dalam penguatan kesejahteraan masyarakat. Melalui dapur MBG, Polri berkontribusi langsung pada peningkatan kualitas gizi nasional sekaligus membuka peluang kerja dalam skala besar, sejalan dengan visi pembangunan menuju Indonesia Emas 2045. (*)