Polri Kaji Efek Radikalisme Bripda Nesti ke Rekan

bhinnekanusantara.id – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror masih mendalami tingkat paparan radikalisme dari Bripda Nesti Ode Samili kepada rekan sejawatnya. Polisi Wanita (Polwan) di Maluku Utara itu terpapar radikalisme lewat media sosial.

“Apakah Nesti sempat memaparkan (radikalisme) ke anggota lain, sekarang masih terus didalami,” kata Kepala Bagian Penerangan umum (Kabagpenum) Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin, 7 Oktober 2019.

Asep menuturkan Nesti ingin bergabung dengan ISIS. Nesti bergabung dengan jaringan Jamaah Ansarut Daulah (JAD) Wawan Wicaksono.

Wawan Wicaksono ditangkap Densus 88 di Salatiga, Semarang, Jawa Tengah, pada 27 Agustus. Lanjut Asep, Nesti terlibat dengan jaringan JAD sejak desersi pada Mei.

“Apakah Nesti terafiliasi dengan jaringan teroris lainnya, itu masih didalami juga,” imbuh Asep.

Pertengahan Mei 2019, Bripda Nesti pernah ditangkap jajaran Polda Jawa Timur di Bandara Juanda, Surabaya. Nesti menggunakan identitas palsu dan dilaporkan meninggalkan tugas tanpa izin atau desersi. Akhirnya dia dikembalikan ke Polda Maluku Utara untuk dibina.

Nesti kembali desersi pada 26 September. Polda Maluku Utara menerbitkan daftar pencarian orang (DPO) atas namanya. Nesti pun kembali ditangkap jajaran Densus 88 di Yogyakarta.

 

sumber : medcom
editor : saibumi @polda jateng #polres rembang