Polri Punya 1.179 SPPG! Kapolri: Siap Jangkau 2,9 Juta Orang dan Serap Hampir 60 Ribu Tenaga Kerja

Polri Punya 1.179 SPPG! Kapolri: Siap Jangkau 2,9 Juta Orang dan Serap Hampir 60 Ribu Tenaga Kerja

Jakarta — Listyo Sigit Prabowo mengungkap capaian besar institusi yang dipimpinnya. Di hadapan Presiden Prabowo Subianto, Kapolri menyampaikan bahwa Polri kini telah memiliki 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di seluruh Indonesia.

Angka tersebut bukan sekadar statistik. Jika seluruh SPPG beroperasi penuh, program ini diproyeksikan memberi manfaat langsung kepada 2.947.500 orang dan menyerap 58.950 tenaga kerja. Sebuah lompatan signifikan dalam mendukung program prioritas pemerintah di bidang pemenuhan gizi dan ketahanan pangan.

Dalam peresmian yang digelar di SPPG Polri Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026), Kapolri merinci progres pembangunan secara transparan. Dari total 1.179 SPPG:

  1. 411 unit telah beroperasi
  2. 162 unit dalam tahap persiapan operasional
  3. 499 unit dalam tahap pembangunan dan ditargetkan rampung Maret 2026
  4. 107 unit masih dalam tahap groundbreaking

Tak hanya berfokus di kota besar, Polri juga membangun 33 SPPG di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), termasuk di Papua. Langkah ini menegaskan komitmen pemerataan layanan gizi dan penguatan ketahanan pangan nasional.

Kapolri menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan bagian dari delapan program hasil terbaik cepat pemerintah. Menurutnya, investasi pada gizi anak adalah fondasi utama mencetak sumber daya manusia unggul dan berdaya saing.

“Atas nama keluarga besar Polri, kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Bapak Presiden dan seluruh kementerian/lembaga, pemerintah daerah, mitra kerja, serta masyarakat yang telah berkolaborasi,” ujar Jenderal Sigit.

Lebih jauh, Polri tak berhenti di angka 1.179. Tahun 2026, target diperluas hingga mencapai 1.500 SPPG di seluruh Indonesia. Artinya, ekspansi masih terus berlanjut demi memperkuat ekosistem pangan nasional dari hulu hingga hilir.

Program ini bukan hanya bicara soal dapur dan distribusi makanan. Di baliknya ada efek berantai: pemberdayaan UMKM pangan lokal, pembukaan lapangan kerja baru, serta penguatan stabilitas sosial melalui pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Dengan skala dan ambisi sebesar ini, SPPG Polri menjadi salah satu motor penggerak nyata dalam agenda ketahanan pangan nasional — sebuah transformasi yang tak lagi simbolik, tetapi operasional dan terukur. (*)

Read more