Polri Tegaskan Jemput Paksa Robertus Robet Sesuai Undang-undang

bhinnekanusantara.id – Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, penyidik menjemput paksa Robertus di kediamannya sesuai dengan undang-undang.

Menurut dia, penjemputan dan penetapan tersangka itu sesuai dengan gelar perkara dan pemeriksaan awal.
“Kemudian, kami juga minta keterangan dari saksi hukum pidana, saksi ahli bahasa. Itu untuk menguatkan kontruksi hukum penyidik sehingga penyidik yakin bisa melakukan penjemputan paksa pada malam itu juga,” tegas dia di Jakarta Jumat (8/3/2019).
Gelar perkara sendiri dilakukan pada Rabu (6/3/2019) malam hingga akhirnya pada Kamis (7/3/2019) pihaknya menetapkan tersangka dan menjemput paksa Robet.
“Kan sudah jelas, ketika dua alat bukti sudah cukup, maka kewenangan penyidik untuk menaikan status dari terperiksa menjadi tersangka. Jadi setelah pa Robet mengakui, langsung dari terperiksa menjadi tersangka. Kan statusnya ditingkatkan,” ungkap dia.
Sebelumnya diketahui, Robertus ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penghinaan terhadap TNI pada orasi di Depan Istana Negara apda Kamis (8/3/2019)
Sumber : Akurat
Editor : Aishwarya IMM Polda Jateng