Polwan Tampil di Garis Depan Aksi Tutup TPL, Kapolrestabes Medan Beri Apresiasi
MEDAN – Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak resmi menakhodai Polrestabes Medan. Sosok perwira menengah yang dikenal tegas sekaligus humanis ini kembali ke tanah kelahirannya, Sumatera Utara, dengan membawa semangat kepemimpinan yang berorientasi pelayanan dan empati.
Bagi masyarakat Sumut, nama Calvijn bukanlah nama asing. Alumni Akpol 1999 ini meniti karier panjang di wilayah tersebut—mulai dari Kapolsek Medan Baru, Kasat Reskrim Polrestabes Medan, hingga Wakapolres Simalungun. Kariernya terus menanjak, menduduki sejumlah jabatan strategis seperti Kapolres Trenggalek (Polda Jatim), Wadirreskrimum Polda Metro Jaya, dan Kasubdit I Dittipidnarkoba Bareskrim Polri.
Pada Maret 2025, Calvijn dipercaya sebagai Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, menggantikan Kombes Yemi Mandagi. Selama menjabat, sederet pengungkapan besar lahir dari tangan dinginnya: mulai dari pabrik liquid vape narkoba di Apartemen Podomoro, pabrik ekstasi di markas ormas, hingga penggerebekan tempat hiburan malam yang disinyalir jadi sarang peredaran narkoba.
Kini, di bawah komandonya sebagai Kapolrestabes Medan, Calvijn kembali menegaskan gaya kepemimpinan khasnya — tegas dalam prinsip, namun mengedepankan pendekatan humanis di lapangan. Hal ini terlihat jelas dalam pengamanan aksi unjuk rasa bertajuk “Tutup PT Toba Pulp Lestari (TPL)” yang digelar di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara, Senin (10/11/2025).
Polwan Jadi Garda Depan, Aksi Berlangsung Aman dan Damai
Sesuai arahan Kapolda Sumut, pengamanan dilakukan secara profesional dengan mengedepankan pendekatan persuasif. Kapolrestabes Medan, Kombes Calvijn, menunjuk Kompi Gabungan Polisi Wanita (Polwan) sebagai Kompi Kerangka Pengamanan. Langkah ini menjadi simbol kuat bahwa Polri hadir bukan untuk menakuti, melainkan melindungi dan menenangkan situasi.
Kompi Polwan dipimpin oleh Koordinator Kompi Kompol Moy Rinda Sinaga, dengan Danton 1 Kompol Dr. Tiomaria Sijabat dan Danton 2 Kompol Rosmeri. Dalam apel kesiapan, Kompol Moy menegaskan pentingnya profesionalitas dan netralitas.
“Kita hadir bukan berpihak, tapi untuk memastikan semua pihak terlindungi. Jalankan tugas dengan hati, bukan emosi,” tegas Moy di hadapan puluhan personel Polwan.
Selama aksi berlangsung, barisan Polwan terlihat menjadi peneduh suasana. Mereka berinteraksi santun dengan massa, menjaga jarak aman antara peserta aksi dan aparat, serta membantu menenangkan beberapa demonstran yang mulai lelah di bawah terik matahari.
Wajah-wajah Polwan yang tetap ramah di tengah pengamanan itu menjadi potret nyata Polri yang berubah — dari institusi penegak hukum yang kerap dianggap kaku, menjadi pelindung masyarakat yang hadir dengan empati.
Calvijn: “Polri Harus Hadir dengan Wajah Melindungi, Bukan Menakuti”
Usai pengamanan, Kombes Calvijn memberikan apresiasi langsung kepada seluruh personel, terutama jajaran Polwan, atas pelaksanaan tugas yang berjalan tertib tanpa insiden.
“Kehadiran Polwan dengan pendekatan humanis menjadi cerminan wajah Polri yang melindungi, bukan menakuti. Itu yang harus terus kita jaga,” ujar Calvijn dengan nada tegas namun bersahabat.
Aksi unjuk rasa Tutup TPL itu sendiri berlangsung hingga sore hari dengan situasi aman dan kondusif. Tidak ada bentrokan antara peserta aksi dan aparat. Semua berjalan sesuai koridor hukum dan kemanusiaan.
Langkah Kapolrestabes Medan menempatkan Polwan di garda depan dinilai sebagai strategi komunikasi publik yang cerdas — memperlihatkan sisi empati Polri di tengah tensi sosial yang mudah memanas.
Pemimpin yang Menghargai Sebelum Dihormati
Rekam jejak Calvijn di berbagai daerah menunjukkan gaya kepemimpinan yang konsisten: bekerja dengan hati, dekat dengan anggota, dan mampu membaca situasi sosial.
“Pemimpin sejati tidak menuntut dihormati, tapi tahu bagaimana menghargai,” begitu ungkapan yang kerap dikaitkan dengan sosoknya. Prinsip itu kembali ia tunjukkan di Medan — kota yang telah menjadi bagian dari perjalanan panjangnya sebagai Bhayangkara.
Dengan gaya humanis dan komando yang tegas, Kombes Calvijn Simanjuntak membawa warna baru di Polrestabes Medan: Polri yang cerdas, empatik, dan benar-benar hadir untuk masyarakat. (*)