oleh

Prabowo Jelaskan Kejadian Marahi Pengawal di Cianjur

bhinnekanusantara.id — Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto melanjutkan safari politiknya ke kawasan Cianjur, Jawa Barat. Pada lawatannya kali ini, Prabowo sempat menegur salah satu pasukan pengamanannya seperti yang tersebar di sejumlah sosial media.

Namun, hal tersebut dilakukan oleh Prabowo karena ia melihat ada seorang warga yang hampir terjatuh karena berdesakan ingin menyalaminya. Peristiwa itu terjadi saat menuju lokasi pertemuan di Gedung Assakinah, Cianjur, Jawa Barat. “Kamu jangan halangi saya untuk salaman dengan rakyat,” ujar Prabowo Subianto dalam keterangan tertulisnya yang diterima, Selasa (12/3).

Prabowo juga sempat memperingatkan anak buahnya tersebut agar tetap menjaga suasana kondusif meski masyarakat yang hadir membludak.  “Kamu tidak boleh ya kasar kepada rakyat,” perintah Prabowo kepada pengawal.

Sementara itu, Kepala Media Center Prabowo-Sandiaga, Ariseno Ridhwan menuturkan bahwa ada juga peristiwa lain yang terjadi di lokasi tersebut. Salah satu tim pengamanan yang tadi dimarahi Prabowo melakukan tindakan yang sangat heroik. Oknum tersebut berhasil menyelamatkan seorang anak yang terjatuh.

“Ini kan dalam kegiatan itu ada juga seorang anak yang jatuh dan hampir terinjak-injak. Tapi sebelum kejadian terinjak tim pengamanan tadi berhasil mengangkat anak itu. Dan Pak Prabowo juga tahu, dan diapresiasi ketangkasan para timnya. Cuma hal seperti ini kan tidak mungkin disebarkan pihak lain,” tuturnya.

Hal itu disampaikan oleh pihak Media Center Prabowo-sandi sekaligus membantah kabar yang disebarkan oleh pihak tertentu yang mengatakan Prabowo Subianto memarahi warga. Menurutnya, hal itu dilakukan untuk menyudutkan Prabowo Subianto.

“Ini kan fitnah. Digoreng oleh pihak tak bertanggung jawab untuk menyudutkan Pak Prabowo. Padahal kenyataannya tidak demikian. Pak Prabowo malah khawatir dan sangat memperhatikan dan mengapresiasi seluruh warga yang ikut dalam kegiatannya,” ujarnya.

 

 

Sumber : Republika

Editor : Kiss login by Polda Jateng