Presiden tak Terbitkan Perppu KPK, BEM SI Akui Kecewa

bhinnekansuntara.id – Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) merasa kecewa dengan presiden yang tidak mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) untuk mencabut UU Komisi Pemberantasan korupsi yang baru direvisi.

Koordinator BEM SI Wilayah Jabodetabek-Banten, Muhammad Abdul Basit mengungkapkan, kekecewaan tersebut dikarenakan perjuangan aksi turun ke jalan selama ini dirasa percuma.

“Menyayangkan sikap Presiden Jokowi tidak mengeluarkan Perppu. Seharusnya Presiden melihat perjuangan kita di tanggal 23 dan 24 September lalu,” kata Abdul saat dihubungi, Jumat (1/11).

Menurutnya, Presiden sudah masuk dalam lingkaran politik. Presiden seakan tidak melihat kekecewaan masyarakat sehingga tidak mengeluarkan Perppu.

Ia menyebbut, harapan yang tersisa untuk menganulir UU KPK baru ialah melalui uji materi di Mahkamah Konstitusi.

“Kita tetap melakukan Judicial Review ke MK tapi kita juga meminta secara langsung kepada presiden. Ingin melihat sikap tegas presiden terkait hal itu,” ujar Abdul.

Meski demikian, BEM SI masih berharap, nantinya presiden akan mengeluarkan Perppu KPK, melihat keinginna dan aspirasi di masyarakat

“BEM SI masih butuh waktu (menyikapi) terkait sikap presiden yang tidak mengeluarkan Perppu,” cetusnya.

Sebelumnya, Presiden pastikan tidak akan mengeluarkan Perppu untuk UU KPK. Presiden Jokowi beralasan, menghormati proses uji materi UU KPK yang tengah berjalan di Mahkamah Konsitusi.

“Kita melihat, masih ada proses uji materi di MK. Kita harus hargai proses seperti itu,” kata Jokowi saat berbincang dengan wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (1/11).

 

sumber : mediaindonesia

editor : dealova @polda jateng

#agussaibumi