oleh

Program DASHAT Cegah Stunting di Banjarnegara

BANJARNEGARA – Salah satu tantangan pembangunan keluarga di Kabupaten Banjarnegara adalah masih tingginya angka stunting. Stunting merupakan permasalahan serius yang perlu ditangani secara konvergen oleh semua pihak.

Berdasarkan pencatatan dan pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) angka stunting Kabupaten Banjarnegara pada bulan Juli 2022 adalah 21,07 persen. “Jumlah ini masih sangat tinggi dibandingkan target nasional yaitu 14 persen pada 2024,” kata Penjabat Bupati Banjarnegara, Tri Harso Widirahmanto.

Berbicara pada acara peluncuran program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) di aula kantor Desa Pingit kecamatan Rakit, Selasa (20/9), Tri Harso mengatakan, dalam rangka percepatan penurunan stunting di Kabupaten Banjarnegara, dilakukan intervensi spesifik berupa pemenuhan gizi yang seimbang untuk para calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui dan balita.

Menurutnya, program DASHAT merupakan salah satu program yang memanfaatkan sumberdaya lokal termasuk bahan pangan lokal. “Progran ini diharapan dapat meningkatkan kualitas gizi masyarakat, sebagai upaya untuk mencegah stunting,” ujar Tri Harso pula.

Ketua Tim Penggerak PKK Banjarnegara, Lucia Tri Harso, menambahkan selain terpenuhinya kebutuhan gizi anak stunting, ibu hamil atau ibu menyusui dan keluarga risiko stunting, melalui program DASHAT, masyarakat desa akan memperoleh pengetahuan dan keterampilan penyiapan pangan sehat dan bergizi berbasis sumber daya lokal.

“Kami berharap program ini bisa kesejahteraan keluarga melalui keterlibatannya dalam kelompok usaha keluarga masyarakat yang berkelanjutan. Salah satu fokus pembangunan adalah pencegahan stunting agar anak tumbuh opitmal dan maksimal sehingga kelak menjadi SDM yang handal,” ujarnya.

Lucia Tri Harso menambahkan, para orang tua hendaknya sadar bahwa anak tidak cukup hanya makan kenyang, namun harus memerhatikan gizi.