Puluhan Ribu Masyarakat Jadi Korban Banjir di Pulau Jawa

bhinnekanusantara.id – Lebih dari 22.000 keluarga di 10 kabupaten di Bandung, Jawa Barat, terkena dampak dari Sungai Citarum yang membanjiri wilayah itu pada hari Kamis, dan menewaskan satu orang.

Badan Mitigasi Bencana Bandung (BPBD Bandung) mengatakan hujan yang telah dimulai pada Rabu sore telah menyebabkan banjir hampir 3 meter di beberapa daerah. Kabupaten Baleendah adalah yang terparah, dengan lebih dari 5.000 keluarga terkena dampak. Kabupaten lain yang juga lumpuh total akibat banjir adalah Dayeuhkolot dan Bojongsoang. Ketiga kabupaten tersebut terletak di sepanjang Sungai Citarum.

Kepala divisi darurat dan logistik BPBD Bandung, Sudrajat, mengatakan hanya 226 orang dari Baleendah yang memutuskan untuk meninggalkan rumah mereka, sementara sebagian besar memilih untuk menahan air yang tinggi. Di Dayeuhkolot, 138 diselamatkan, termasuk anak-anak, wanita hamil dan orang tua.

“Ada 3.005 keluarga yang terkena dampak di Dayeuhkolot,” kata Sudrajat.

Juru bicara Badan Pencarian dan Penyelamatan Jawa Barat Joshua Banjarnahor mengidentifikasi korban sebagai Riky, 21, warga Baleendah, yang tersengat listrik di dalam rumahnya saat banjir di kabupaten yang tergenang. Dia ditemani oleh adik kandung pada saat kejadian, sementara orang tua mereka berada di luar kota.

Joshua mengatakan tim sangat berhati-hati dalam melakukan misi penyelamatan, karena sebagian besar warga belum mematikan listrik. “Kami menemukan korban pukul 9 pagi ini,” katanya.

Banjir juga memutus akses jalan dari Dayeuhkolot ke kabupaten terdekat di Banjaran dan Ciparay, sehingga menyulitkan orang untuk meninggalkan daerah banjir. “Di jalan utama yang menghubungkan Dayeuhkolot dengan Ciparay dan Banjaran, air setinggi paha orang dewasa. Kendaraan tidak bisa melewati daerah itu, “kata Joshua.

Bulan lalu, hujan deras di kabupaten itu menyebabkan bendungan yang menahan Sungai Cinambo di Pasar Jati meledak, mengakibatkan banjir yang menewaskan tiga orang.

Di Jawa Tengah, sejumlah daerah telah kebanjiran menyusul hujan lebat sejak hari Rabu. Kabupaten Klaten adalah salah satu daerah yang paling terkena dampak, dengan Sungai Dengkeng meluap dan membanjiri kabupaten sekitarnya.

Doddy Hermanu, penjabat kepala Badan Mitigasi Bencana Klaten (BPBD Klaten), mengatakan warga terpaksa meninggalkan rumah mereka setelah air banjir melanda ratusan rumah dan beberapa sekolah, dengan ketinggian air mencapai setinggi 1 meter. “Kami tetap waspada, karena langit masih mendung,” katanya, Kamis.

Doddy mengatakan BPBD Klaten berusaha mencegah banjir lebih lanjut. “Kami telah menempatkan ribuan kantong pasir di tanggul sungai dalam upaya untuk menahan banjir,” katanya.

Di Kabupaten Wonogiri, ratusan rumah juga terendam banjir, memaksa ratusan keluarga mengungsi. Banjir juga memutus hubungan jalan antara kabupaten Wonogiri dan Pacitan, di mana air mencapai ketinggian hingga 50 sentimeter. “Kami telah mematikan listrik di daerah yang terkena dampak,” kata Bambang Hariyanto, kepala Badan Mitigasi Bencana Wonogiri.

Di Jawa Timur, setidaknya 15 kabupaten dilanda banjir, menurut badan mitigasi bencana provinsi. Kabupaten yang terkena dampak adalah Madiun, Nganjuk, Ngawi, Magetan, Sidoarjo, Kediri, Bojonegoro, Tuban, Probolinggo, Gresik, Pacitan, Trenggalek, Ponorogo, Lampongan dan Blitar.

“Kami masih berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk evakuasi dan distribusi bantuan,” kata Suban Wahyudiono, kepala badan tersebut.

Menurut badan tersebut, Madiun adalah kabupaten yang paling terkena dampak, karena Sungai Jeroan telah meluap dan membanjiri wilayah sekitarnya.

Banjir di Madiun juga memotong akses jalan antara Ngawi dan Kertosono, dengan ketinggian air mencapai 1 meter.

 

Sumber : JogloSemar

Editor : Bhuwananda IMM Polda Jateng