Rampok Bersenjata Tajam Sekap Sekeluarga di Banyumas

Rampok Bersenjata Tajam Sekap Sekeluarga di Banyumas

Banyumas - Tim Sat Reskrim Polresta Banyumas kini tengah melakukan penyelidikan kasus perampokan yang terjadi di rumah warga bernama Kodrat, Desa Kotayasa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Korban yang berprofesi sebagai karyawan koperasi ini kehilangan uang tunai Rp 12.400.000 dan tiga ponsel.

Dari keterangan korban, polisi mendapat petunjuk soal adanya perbedaan logat antara para pelaku saat berkomunikasi.

"Ada dua pelaku yang logatnya Jawa, sedangkan dua pelaku lainnya menggunakan bahasa Indonesia. Tidak jelas berasal dari daerah mana," kata Kapolsek Sumbang, AKP Basuki, saat dihubungi wartawan, Senin (9/2/2026).

Meski sempat diancam menggunakan senjata tajam (sajam), seluruh korban dipastikan tidak mengalami luka.

"Alhamdulillah tidak ada korban luka. Pelaku hanya membawa senjata tajam seperti pisau dan semacam sabit untuk menakut-nakuti. Tidak ada senjata api yang ditunjukkan," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, aksi perampokan terjadi di rumah Kodrat warga Desa Kotayasa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, pada dini hari. Dalam kejadian tersebut, para pelaku menyekap satu keluarga dan membawa kabur uang tunai belasan juta rupiah dan ponsel milik korban.

Kapolsek Sumbang AKP Basuki mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Senin (9/2) sekitar pukul 02.00 WIB. Aksi perampokan pertama kali diketahui setelah ibu korban mendengar suara teriakan anaknya dari dalam rumah.

"Sekitar jam dua dini hari, ibu korban mendengar suara gaduh dan teriakan dari anaknya. Ternyata pelaku masuk ke rumah lewat jendela sebelah selatan dengan cara didongkel," kata Basuki saat dihubungi wartawan, Senin (9/2).

Menurut Basuki, setelah berhasil masuk ke dalam rumah, para pelaku langsung mendatangi kamar anak korban yang saat itu sedang tidur. Anak korban kemudian disekap dan dipaksa menunjukkan barang-barang berharga di dalam rumah.

"Anaknya disekap, disuruh menunjukkan barang-barang. Lalu pelaku lain masuk ke kamar orang tuanya. Yang pertama diikat itu bapaknya, kemudian ibunya juga diikat. Setelah itu para pelaku menanyakan uang disimpan di mana," jelasnya.

Dari dalam rumah korban, pelaku berhasil membawa kabur uang tunai sebesar Rp 12.400.000. Uang tersebut merupakan gabungan uang kas warga sekitar dan uang milik korban dari tempatnya bekerja.

"Uangnya ada di dalam tas, total sekitar Rp 12.400.000. Itu terdiri dari uang kas warga di sekitar situ dan uang dari tempat korban bekerja di koperasi di Purbalingga," ungkap Basuki.

Selain uang tunai, para pelaku juga membawa tiga unit ponsel milik keluarga korban. Bahkan, sebuah set top box (STB) televisi turut diambil karena diduga disangka sebagai perangkat perekam CCTV.

"Handphone anak dan orang tuanya ada tiga unit yang diambil. STB TV juga ikut dibawa, kemungkinan dikira decoder CCTV," ujarnya.

sumber: detikjateng

Read more

Mudik Gratis Presisi 2026 Diserbu Pendaftar, 32 Ribu Pemudik Antusias Ikut Program Polri

Mudik Gratis Presisi 2026 Diserbu Pendaftar, 32 Ribu Pemudik Antusias Ikut Program Polri

JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Korlantas Polri kembali menunjukkan komitmen nyata dalam melayani masyarakat melalui program Mudik Gratis Presisi 2026. Berdasarkan laporan terbaru dari Posko Operasi Ketupat 2026 hingga Senin, 16 Maret 2026, antusiasme masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas transportasi aman ini terpantau sangat tinggi di berbagai wilayah Indonesia. Secara