Rata-rata Ada 195 Ribu Penyalahguna Narkoba di Jawa Tengah Tiap Tahun

bhinnekanusantara.id – Kepala Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Jawa Tengah Brigjen Pol Benny Gunawan mengatakan, per tahun rata-rata ada 195 ribu penyalahguna narkoba di Jawa Tengah.

Jumlah sebanyak itu secara nasional Jawa Tengah menduduki urutan keempat.

Benny mengatakan, angka prevalensi penyalahguna narkoba di Jawa Tengah sebanyak 1,3 persen.

“Karena jumlah penduduk Jawa Tengah ini 30 jutaan, dikalikan 1,3 persen ternyata masih tinggi. Nomor 4 di seluruh Indonesia.

Jadi kalau dirata-ratakan 195 ribu per tahunnya penyalahguna narkoba di seluruh Jawa Tengah,” ujar Benny di sela-sela pemusnahan barang bukti di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (25/6/2020).

Selain itu, dia juga menyebut pada 2020 ini terdapat peningkatan jumlah kasus.

Menurutnya pada Januari sampai Juni 2020 pihaknya sudah menangani 25 tersangka.

Sementara setahun pada 2019 pihaknya menangani 51 tersangka.

“Di bulan Januari sampai Juni 2020 saja kamit sudah 25 (tersangka). Jadi masih ada waktu sampai Desember, masih cukup jauh. Pasti akan mengalami peningkatan,” ucapnya.

Menanggapi angka prevalensi narkoba di Jawa Tengah, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, harus diperketat pintu masuk ke Jawa Tengah.

“Ini menjadi perhatian Jateng, bahkan kami dengan Kapolda dengan dibantu TNI, Kejaksaan, Bea Cukai karena kita pengen pintu-pintu itu kita perketat,” tandas Ganjar.

Kata Ganjar, masuknya narkoba ke Jawa Tengah melalui berbagai pintu masuk. Mulai dari pelabuhan, bandara, bahkan ‘pelabuhan tikus’.

“Tapi hari ini peringatan kita adalah jalan tol. Karena jalan tol ini ternyata jarang diperiksa dari pintu yang masuk orang bebas, maka kita minta perlu kiranya buat operasi di sana. Karena jalan tol itu terlalu lancar, inilah yang jadi perhatian kita semuanya,” tandasnya. (dealova)