oleh

Ratna Kembali Ajukan Tahanan Kota dengan Penjamin Fahri Hamzah

bhinnekanusantara.id – Terdakwa Ratna Sarumpaet, berencana kembali mengajukan permohonan pengalihan dari tahanan negara menjadi tahanan kota atau rumah, kepada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Ratna mengklaim kali ini penjaminnya adalah Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah.

“Masih diajukan lagi nanti. Waktu itu kan sudah ditolak, nanti kita ajukan lagi. Ajukan karena ada juga penjamin baru ya, Fahri Hamzah,” ujar Ratna Sarumpaet di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (12/3/2019).

Dikatakan Ratna Sarumpaet, faktor usia yang menjadi alasan utama dirinya mengajukan permohonan pengalihan penahanan kota. “Ya bagaimana, umur 70 tahun tidur di bawah gitu,” ungkap Ratna Sarumpaet.

Ratna Sarumpaet menyampaikan, selama ditahan di Ruang Tahanan Polda Metro Jaya, dirinya menyibukan diri dengan menulis sebuah buku. “Saya menulis buku tentang bangsa ini. Sejak ditahan menulis buku. Ya satu buku, baru mau terbit,” kata Ratna Sarumpaet.

Sebelumnya, tim penasihat hukum terdakwa Ratna Sarumpaet sempat mengajukan permohonan pengalihan status penahanan kliennya dari tahanan negara menjadi tahanan rumah atau kota, dalam persidangan kasus penyebaran berita bohong atau hoax, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (28/2/2019) lalu.

Penasihat hukum Ratna menilai, penahanan yang dijalani kliennya selama ini bukan bentuk pemidanaan, tapi semata-mata adanya kekhawatiran bahwa tersangka atau terdakwa akan melarikan diri, merusak barang bukti dan atau mengulangi perbuatan bagaimana diatur Pasal 21 ayat (1) KUHAP. Karena itu, dalam permohonan pihak keluarga menjamin Ratna tidak akan melakukan perbuatan tersebut.

Selain itu, pertimbangan kedua adalah sisi kemanusiaan. Terdakwa merupakan seorang perempuan lemah berusia senja, 70 tahun. Pada usia itu, Ratna sangat rentan dengan penyakit. Namun pada sidang lanjutan, majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, menolak pengalihan status penahanan terdakwa Ratna Sarumpaet dari tahanan negara menjadi tahanan rumah atau kota. Sebab, belum ada hal yang penting untuk dilakukan pengalihan penahanan.

 

 

Sumber : Berita Satu

Editor : Aishwarya login by Polda Jateng