Ratusan Motor Terjaring dalam Patroli Blue Light Polresta Malang Kota

Ratusan Motor Terjaring dalam Patroli Blue Light Polresta Malang Kota

MALANG – Polresta Malang Kota terus mewujudkan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) serta menjaga stabilitas kamtibmas. Salah satu langkah yang dilakukan dengan Patroli Blue Light mulai pukul 00.00 WIB.

Melibatkan 163 personel gabungan dari berbagai unit internal Polresta Malang Kota. Menyasar tiga lokasi kerawanan balap liar, yakni Jl. JA Suprapto, Jl. Ciliwung, dan Jl. A. Yani Utara.

Kabag Ops Polresta Malang Kota, Kompol Wiwin Rusli, S.H., M.H., menjelaskan, kegiatan ini merupakan langkah preventif dan preemtif menghadirkan rasa aman bagi masyarakat.

Menurutnya, malam akhir pekan sering digunakan kelompok tertentu untuk berkumpul dan memicu balap liar. Bahkan menggunakan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis. Sehingga memerlukan pengawasan khusus.

“Patroli dilaksanakan sebagai upaya antisipasi balap liar, penggunaan knalpot di luar spesifikasi teknis, serta gangguan kamtibmas lainnya. Melakukan patroli, penjagaan, dan pembubaran kerumunan di titik rawan agar masyarakat merasa aman dan terayomi,” terang Kompol Wiwin.

Kata dia, patroli tidak hanya fokus pada potensi balap liar, tetapi juga wilayah rawan curat, curas, dan curanmor, sekaligus membuka ruang dialog dengan tokoh masyarakat untuk memperkuat sinergi menjaga keamanan lingkungan.

Patroli menyasar kerumunan remaja dan komunitas kendaraan, terutama di JA Suprapto, Ciliwung, dan A. Yani Utara, yang menggunakan knalpot tidak sesuai aturan atau dicurigai akan melakukan balap liar.

Kasat Lantas Polresta Malang Kota, Kompol Agung Fitransyah, S.I.K., menegaskan, operasi berjalan efektif dan mendapat respons positif dari masyarakat.

Berdasarkan hasil lapangan, petugas menindak 111 unit kendaraan roda dua yang diduga akan digunakan untuk balap liar dan terbukti menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis.

“Hasil patroli ini menunjukkan peningkatan ketertiban. Pengendara R2 dan R4 lebih disiplin, masyarakat semakin patuh terhadap aturan lalu lintas, dan arus kendaraan di wilayah kota tetap lancar,” jelas Kompol Agung.

Read more