Ratusan Nyawa Melayang, Satlantas Polres Semarang Fokus Tekan Kecelakaan di Jalur Rawan
Semarang –Angka kecelakaan di Kabupaten Semarang masih menjadi alarm keras bagi keselamatan di jalan raya. Hingga 3 November 2025, 562 kejadian kecelakaan telah terjadi. Dari jumlah itu, 101 orang kehilangan nyawa, satu mengalami luka berat, dan 760 orang luka ringan.
Kasat Lantas Polres Semarang AKP Lingga Ramadhani menyebut dua titik yang paling sering memakan korban adalah Jalan Umum Boyolali–Salatiga di Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran, serta turunan Lemah Abang, Kecamatan Bergas.
“Sebagian besar disebabkan karena kelalaian. Ada yang mengantuk, tidak menguasai medan, bahkan ada yang mengemudi dalam kondisi mabuk. Kecelakaan biasanya terjadi tengah malam, antara pukul 11 hingga jam 3 dini hari,” jelasnya.
Dua lokasi tersebut kini ditetapkan sebagai daerah blackspot, yakni area yang dalam dua tahun berturut-turut mencatat kecelakaan dengan korban jiwa dalam radius 500 meter. Untuk meminimalisir risiko,
Polres Semarang telah memasang rambu-rambu peringatan dan lampu penerangan di titik rawan, terutama di sekitar turunan depan Nasmuko. Namun, menurut AKP Lingga, upaya pencegahan tak cukup hanya dengan rambu.
“Kesadaran pengguna jalan adalah kunci. Kadang kami temui sopir tetap memacu kendaraan di turunan tajam, padahal sudah ada plang besar bertuliskan ‘Rawan Kecelakaan’,” ujarnya.
Sementara itu, Kanit Gakkum Satlantas Polres Semarang Ipda Handriani menegaskan, pihaknya kini gencar mengedukasi masyarakat tentang pentingnya keselamatan berkendara.
“Kami turun langsung ke sekolah, pasar, terminal, dan pangkalan angkutan. Kami ingin menanamkan kesadaran bahwa keselamatan bukan hanya soal rambu, tapi tanggung jawab setiap pengemudi,” tutur Handriani.
Ia menambahkan, kegiatan edukasi juga dilakukan saat dini hari di pasar-pasar tradisional, menyesuaikan dengan jam rawan kecelakaan.
Polres Semarang juga bekerja sama dengan Dinas Perhubungan untuk memastikan kendaraan umum layak jalan dan lolos uji KIR.
“Harapannya, angka kecelakaan bisa terus turun. Tidak ada lagi keluarga yang kehilangan orang terdekat hanya karena lalai di jalan,” pungkasnya.