Ratusan Warga Kota Pekalongan Mengungsi

bhinnekanusantara.id – Ratusan warga Kota Pekalongan yang rumahnya terendam rob mengungsi di sejumlah tempat.  Saat ini, sebanyak 40 orang mengungsi di musala, 7 orang di balai pembibitan perikanan Unikal, dan ratusan pengungsi mandiri. Juga di Masjid Al Aqso, Kelurahan Krapyak, pekalongan Utara.

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi bersama Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochammad Effendi kemarin  menyambangi para pengungsi ini.  Dalam kunjungannya, kapolda  menyerahkan sejumlah bantuan berupa paket sembako, makanan ringan, serta karpet agar dapat langsung dimanfaatkan oleh warga korban banjir di pengungsian.

Akibat banjir rob di Kota Batik, sejumlah fasilitas umum terendam, seperti Jalan Kusuma Bangsa dengan ketinggian 30 hingga 50 sentimeter. Selain itu, kantor Kecamatan Pekalongan Utara, Koramil Pekalongan Utara, kantor perbankan, masjid di Kelurahan Krapyak dan jalan depan Kampus IAIN Pekalongan juga ikut terendam.

Beberapa lokasi lainnya terdampak rob ini antara lain Perumahan Slamaran dengan ketinggian mencapai 30 hingga 70 sentimeter, Bugisan, Panjang Wetan, Panjang Baru sekitar 30 sentimeter, Jalan Merak, Jalan Semarang, Jalan Surabaya, Jalan Patiunus, dan Jalan Kutilang dengan ketinggian air 15 sentimeter. Kemudian, wilayah Kelurahan Tirto, Degayu, Pasir Kraton Kramat, Pabean, dan permukiman di sekitar bantaran sungai berdekatan Perumahan Gama Permai.

Kapolda berpesan agar masyarakat tetap menjaga kesehatan dan melaksanakan protokol keamanan dan kebersihan. Tidak lupa, ia juga mengajak masyarakat untuk saling peduli terhadap sesama. “Masyarakat yang sekiranya memiliki rezeki lebih khususnya pengusaha-pengusaha di Pekalongan bisa buat social bonding bersama-sama. Jadi, yang berkecukupan membantu yang berkekurangan” ajaknya.

Selain menyambangi warga terdampak, kapolda juga meninjau dapur umum Brimobda guna mengecek persiapan penjaminan logistik pengungsi. Pihaknya memastikan 1000 porsi makanan akan selalu tersedia untuk pengungsi setiap harinya.

Dayat, warga Krapyak, Kota Pekalongan, yang terdampak rob mengatakan, tadi pagi baru saja ia bersama keluarganya mengungsi di masjid Al Aqso. Ia memutuskan untuk mengungsi ketika mengetahui gelombang dari Pantai Pasir Sari semakin tinggi. Menurut Dayat, gelombang kemarin adalah yang terparah sejak Minggu.

“Subuh tadi gelombangnya sangat tinggi. Akhirnya saya sekeluarga memutuskan untuk mengungsi karena takut,” ungkapnya.

Kamis (4/6/2020) tinggi gelombang di pesisir Pantai Pasir Sari  mencapai satu meter. Adapun limpasan air yang menuju ke daratan setinggi lutut orang dewasa. Selain Dayat, beberapa warga yang sebelumnya menetap di rumah masing-masing tampak mulai mengemasi barangnya untuk mengungsi. (dealova)