Remaja Palestina Tewas Akibat Tembakan Militer Israel

Palestina – Seorang anak laki-laki Palestina berusia 15 tahun dibunuh tentara Israel pada Rabu waktu setempat. Peristiwa itu terjadi dalam aksi protes dekat tembok perbatasan Israel di timur Jalur Gaza.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza, Ashraf al-Qidra, mengatakan remaja tersebut teridentifkasi Saif al-din Abu Zeid. Kepalanya ditembak seorang penembak jitu dari Israel, sekitar wilayah timur yang dikepung.

Selain itu, enam pengunjuk rasa diketahui terluka akibat serangan pasukan Israel. Korban luka dibawa ke Rumah Sakit Shifa. Sejak Februari lalu, para pemuda Palestina menggencarkan aksi malam dengan berkumpul di wilayah perbatasan Israel. Langkah itu bagian dari protes Marches of Return, yang dimulai akhir Maret 2018.

Puluhan ribu warga Palestina berpartisipasi dalam aksi protes. Tuntutannya ialah agar warga Palestina diizinkan kembali ke tanah milik keluarga yang dibersihkan paramiliter Zionis pada 1948. Mereka juga menuntut berakhirnya blokade Israel di Jalur Gaza yang berlangsung selama 12 tahun. Tindakan itu telah menghancurkan ekonomi daerah kantong pesisir, serta menghancurkan kehidupan dua juta penduduk.

Pada akhir Februari, penyelidik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan terdapat bukti yang menunjukkan kejahatan kemanusiaan oleh pasukan keamanan Israel. Kejahatan yang dimaksud mencakup penembakan, penyiksaan dan pembunuhan warga Palestina dalam protes besar-besaran tahun lalu.

Komisi Penyelidikan PBB yang terdiri dari para ahli hak asasi manusia (HAM) independen, mencatat 189 warga Palestina tewas terbunuh. Adapun korban luka mencapai 9.000 orang. Perhitungan lain menyebut jumlah korban jiwa sekitar 260 orang dan korban luka lebih dari 26.000 orang.

Laporan PBB juga menyebut satu orang tentara Israel tewas dibunuh penembak jitu Palestina. Sedangkan, empat orang lainnya mengalami luka-luka dalam aksi demonstrasi. Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, menepis laporan PBB. Dia menekankan laporan tersebut merupakan catatan baru kebohongan.

“Karena adanya kebencian yang berlebihan terhadap Israel. Satu-satunya demokrasi di Timur Tengah,” tukas Netanyahu.

Pada Kamis pagi, sejumlah pesawat tempur Israel melancarkan serangan di sekitar pelabuhan baru Khan Younis di wilayah selatan Jalur Gaza.

Sejauh ini, belum ada laporan korban jiwa maupun luka-luka. Melalui akun Twitter, militer Israel mengonfirmasi jet tempur menyerang beberapa sasaran militer di kompleks Hamas, Gaza. Meski tidak laporan korban luka, namun Radio Al-Quds Palestina mengungkapkan sejumlah fasilitas dan permukiman warga porak poranda. Lebih lanjut, pihak militer Israel meminta pertanggungjawaban Hamas atas serangan lintas-perbatasan di Israel selatan.

 

 

Sumber : Media Indonesia

Editor : Awlina login by Polda Jateng