Respon Cepat Patroli Enggang Resta Jaga Kondusivitas Kota Pontianak
Pontianak - Personel Patroli Enggang Resta Polresta Pontianak bergerak cepat mengamankan keributan yang melibatkan sejumlah bocah di kawasan Bundaran Kota Baru, Jalan Syarif Abdurrahman, Pontianak, Rabu malam (5/2/2026). Tindakan sigap tersebut dilakukan guna mencegah situasi berkembang menjadi gangguan kamtibmas yang lebih luas.
Keributan awalnya diketahui saat petugas melaksanakan patroli rutin dan menerima laporan dari masyarakat sekitar. Mendapatkan informasi tersebut, personel Patroli Enggang Resta segera mendatangi lokasi kejadian dan melakukan pengamanan dengan pendekatan persuasif.
Di lokasi, petugas berupaya menenangkan para bocah yang terlibat dan memisahkan mereka guna menghindari bentrokan lanjutan. Mengingat seluruh pihak yang terlibat masih di bawah umur, polisi mengedepankan langkah humanis dengan membawa para bocah ke Mako Polsek Pontianak Selatan untuk dilakukan mediasi.
Selain itu, petugas juga memanggil orang tua masing-masing anak ke kantor polisi. Dalam proses mediasi, orang tua diberikan pembinaan serta imbauan agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anaknya, khususnya pada malam hari.
Kapolresta Pontianak Kombes Pol Endang Tri Purwanto, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Samapta Polresta Pontianak AKP Samidi menegaskan bahwa penanganan dilakukan dengan mengedepankan pencegahan dan pembinaan, bukan penindakan hukum.
“Begitu menerima laporan, Patroli Enggang Resta langsung mendatangi TKP untuk mencegah keributan berkembang. Karena yang terlibat masih anak-anak, kami lakukan mediasi dan memanggil orang tua ke Polsek Pontianak Selatan untuk diberikan pembinaan,” ujar AKP Samidi.
Ia menambahkan, langkah ini sejalan dengan komitmen Polresta Pontianak dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif, sekaligus melindungi tumbuh kembang anak dari potensi konflik dan perilaku menyimpang.
Melalui patroli rutin dan respons cepat terhadap laporan masyarakat, Polresta Pontianak terus berupaya menciptakan rasa aman di ruang publik dengan mengedepankan pendekatan humanis dan solutif. (*)