RI Beri Kursus Wirausaha pada Wanita Palestina

Yordania – Pemerintah Indonesia ikut membantu para wanita Palestina yang saat ini tengah mengungsi di Amman, Yordania, untuk bisa mandiri. Hal tersebut dilakukan pemerintah Indonesia dengan cara memberikan kursus wirausaha.

“Tanggal 8 Maret adalah hari perempuan sedunia, saya ingin dedikasikan hari tersebut untuk perempuan Palestina, bagi peran mereka dalam perdamaian dan keamanan,” kata Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Lestari Priansari Marsudi, Kamis (7/3/2019). Retno menuturkan kalau Palestina butuh dukungan dunia untuk mulai membangun bangsa, terutama melalui sumber daya manusianya. Dia berharap program pembangunan kapasitas ini dapat menjadi pilar untuk membangun pemerintahan yang kokoh dan bermartabat.

Menurut Retno, program kursus ini diharapkan dapat menciptakan kesempatan dan membangkitkan harapan supaya mereka mendapatkan kehidupan lebih baik di luar kamp pengungsian. Retno dan Komisioner Jenderal Lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), Pierre Krahenbuhl, meneken perjanjian bantuan kemanusiaan untuk mantan warga Gaza di Kamp Jerash, Yordania.

Pada 2018, Indonesia menyumbang dana 200 ribu dolar AS atau setara 2,9 miliar rupiah bagi UNRWA. Jumlah sumbangan ini dua kali lipat dari jumlah sumbangan terbesar Indonesia pada 2012-2014 lalu sebesar 100 ribu dolar AS atau sekitar 1,45 miliar rupiah. Sumbangan ini juga melonjak 40 kali lipat dari sumbangan tahun 2016 yang hanya 5.000 dolar AS atau sekitar 74,5 juta rupiah.

Meski begitu, pernyataan Kemlu RI tak menjelaskan secara rinci berapa jumlah bantuan yang akan diberikan Indonesia kepada UNRWA tahun ini. Sejak awal 2018, UNRWA tengah mengalami krisis pendanaan menyusul keputusan Amerika Serikat, yang menjadi penyumbang utama organisasi itu, menarik seluruh bantuannya.

UNRWA memaparkan organisasi itu mengalami kekurangan dana mencapai 211 juta dolar AS atau sekitar 2,9 triliun rupiah untuk program selama 2019. Sementara itu, lebih dari 2 juta dari total 5 juta pengungsi Palestina bergantung pada bantuan UNRWA. Organisasi itu dibangun pada 1949 lalu setelah pecah perang akibat pendirian negara Israel satu tahun sebelumnya.

 

 

Sumber : Breaking News

Editor : Bhuwananda login by Polda Jateng