RUU PKS Dan RKUHP Masuk Prolegnas Prioritas 2020

bhinnekanusantara.id – Badan Legislasi (Baleg) DPR mengusulkan 39 Rancangan Undang-undang (RUU) ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2020.

Beberapa di antaranya merupakan RUU yang telah masuk dalam Prolegnas Prioritas 2019, seperti RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) dan RUU KUHP.

Wakil Ketua Baleg DPR Rieke Diah Pitaloka, mengatakan Baleg DPR masih terus membahas daftar RUU yang akan masuk Prolegnas 2019-2024 serta Prolegnas Prioritas 2020. Ditargetkan daftar keduanya akan rampung pada pertengahan Desember 2019.

“Itu menunggu pengesahan di paripurna. Dari balegnya sudah ada perubahan, tinggal disahkan di paripurna. Sehingga kita belum bisa mengatakan yang mana sih yang bisa carry over atau tidak,” ujar Rieke, dalam rapat internal Baleg, di gedung DPR, Jakarta, Selasa, (3/12).

Rieke mengatakan, Baleg masih harus melakukan rapat kerja dengan Kementerian Hukum dan HAM. Keputusan diharapkan akan bisa dibuat setelah ada kesepakatan hasil rapat dengan pihak pemerintah.

Ia menjelaskan, saat ini setiap komisi hanya boleh mengusulkan dua RUU sebagai Prolegnas Prioritas. Dengan demikian, diharapkan kerja legislasi akan lebih efektif.

“Setiap tahun hanya boleh dua, karena kita juga tahulah dua saja belum tentu selesai, ya realistis saja, kita bukan mengejar kuantitas tapi kualitas,” ujar Rieke.

Anggota Baleg Fraksi NasDem, Taufik Basari, mengatakan berharap agar beberapa RUU krusial bisa masuk dalam Prolegnas Prioritas 2020. Salah satunya yang diusulkan Fraksi NasDem ialah RUU PKS.

“Kami mengajukan ini sebagai usulan fraksi,” ujar Taufik.

Sementara itu, dalam rapat juga dibahas mengenai usulan RUU khusus untuk Pulau Bali. Rapat kerja dengan pemerintah Bali akan dilakukan untuk menentukan kelanjutan usulan tersebut.

 

sumber : mediaindonesia

editor : dealova @polda jateng

#agussaibumi