Satu Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran: Akademisi-Pakar Hukum Puji Konsistensi Pemerintah Jalankan Reformasi Hukum dan Pembangunan Ekonomi

Satu Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran: Akademisi-Pakar Hukum Puji Konsistensi Pemerintah Jalankan Reformasi Hukum dan Pembangunan Ekonomi

Jakarta, 17 Oktober 2025 — Akademisi-Pakar Hukum, Dr. Abd. R. Rorano S Abubakar, menyampaikan apresiasi terhadap capaian kinerja satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Dalam evaluasi publik yang digelar di Jakarta, organisasi yang beranggotakan aktivis muda lintas daerah itu menilai pemerintahan Prabowo–Gibran berhasil menjaga stabilitas politik, memperkuat keadilan hukum, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Dr. Abd. R. Rorano S Abubakar yang juga menjabat Direktur Eksekutif Gen Muda Bela, mengatakan, bahwa di tengah gejolak global dan ketidakpastian ekonomi dunia, pemerintahan Prabowo–Gibran mampu mempertahankan arah pembangunan nasional yang konsisten dan berpihak kepada rakyat.

“Kita melihat kerja nyata pemerintah dalam menstabilkan harga kebutuhan pokok, makan gizi gratis (MBG), dan memperluas investasi yang membuka lapangan kerja. Ini menunjukkan keberpihakan kepada kepentingan nasional,” ujarnya saat diwawancarai awak media.

Selain itu , Rorano mengungkapkan langkah-langkah pemerintah dalam bidang hukum dan tata kelola pemerintahan juga menunjukkan kemajuan signifikan. Ia menilai upaya penguatan lembaga penegak hukum dan reformasi birokrasi di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo menjadi sinyal positif menuju tata kelola yang bersih dan transparan. “Slogan zero tolerance” terhadap korupsi mulai menunjukkan arah nyata. Pemerintah terlihat berani menindak tegas oknum di internal maupun eksternal yang melanggar prinsip integritas,” tegasnya.

Dalam aspek politik, Gen Muda Bela menilai stabilitas nasional relatif terjaga selama satu tahun pemerintahan berjalan. Terpilihnya Prabowo–Gibran lewat kontestasi demokratis 2024 telah menciptakan momentum rekonsiliasi politik yang luas di antara berbagai kekuatan nasional. “Kita patut mengapresiasi kemampuan Presiden dan Wakil Presiden merangkul berbagai unsur politik tanpa kehilangan arah kebijakan. Ini penting untuk menjaga soliditas nasional,” tambah Rorano.

Sementara itu, di bidang ekonomi, pemerintah dinilai sukses menyeimbangkan kebijakan fiskal dan pembangunan infrastruktur dengan penguatan sektor riil. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pertumbuhan ekonomi nasional stabil di kisaran 5,1 persen pada triwulan ketiga 2025. Selain itu, sektor energi dan pangan menjadi fokus utama yang terus dikawal oleh pemerintah. “Kami melihat strategi hilirisasi sumber daya alam dan pengembangan industri pangan nasional mulai menampakkan hasil. Program ketahanan pangan dan energi bukan hanya jargon, tapi sudah mulai berdampak di lapangan,” terang Rorano

Rorano juga menyoroti keberanian pemerintah dalam menegakkan kedaulatan negara dan memperkuat posisi Indonesia di tingkat internasional. Menurut organisasi ini, kebijakan luar negeri yang berdaulat dan bebas aktif tetap menjadi landasan diplomasi Prabowo–Gibran. “Indonesia kini lebih dihormati di forum internasional. Pemerintah berani bersuara tegas dalam isu-isu global seperti keamanan pangan, perdamaian dunia, dan kemandirian ekonomi kawasan,” ujar Rorano.

Meski memberikan apresiasi, Rorano juga mengingatkan agar pemerintah tetap memperhatikan agenda pemerataan pembangunan di daerah. Mereka menekankan pentingnya mempercepat transformasi ekonomi di kawasan timur Indonesia serta memperkuat sektor pendidikan dan digitalisasi bagi generasi muda. “Kita harus pastikan visi Indonesia Emas 2045 tidak hanya menjadi milik pusat, tapi benar-benar menyentuh masyarakat di pelosok,” tegas Rorano.

Di akhir pernyataannya, menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra kritis pemerintah. “Kami akan tetap berdiri di posisi yang objektif — memberi apresiasi pada yang benar, dan memberi kritik konstruktif bila ada penyimpangan. Karena cinta pada bangsa berarti berani menjaga arah kebijakan tetap di jalur yang benar,” pungkasnya. (*)

Read more