Sebar Hoaks Terkait Korona, Pria di Semarang Ditangkap Polisi

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Semarang mengamankan seorang pria berinsial IY (32) warga Semarang yang diduga menyebarkan berita hoaks terkait virus Corona lewat facebook.
Tersangka yang diamankan pada Senin (23/3/2020) malam tersebut, mengunggah foto seseorang disertai tulisan berbunyi Hati-hati jika kontak fisik dengan orang ini, dia sudah dinyatakan positif Corona dan kabur waktu dirawat di RS. Sekarang jadi buron karena takut menyebarkan virus Corona sebab, dia masih masih kerja, bagi yang mengenali atau bertemu orang ini segera laporkan agar tidak menyebar virusnya, terimakasih.
Setelah diunggah, informasi hoaks tersebut disebarkan ke beberapa akun grup facebook, hingga akhirnya menyebar luas. Kasat Reserse Kriminal Polrestabes Semarang AKBP Asep Maulidin mengatakan, penindakan terhadap IY dilakukan setelah pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat terkait berita hoaks yang meresahkan tersebut. Bermula dari laporan tersebut kami lakukan penelusuran dan pengembangan terkait hal itu, ungkapnya, Selasa (24/3/2020).

 

Dari pengembangan yang dilakukan Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) pihaknya mengantongi identitas dan keberadaannya. Hingga IY diamankan pihaknya serta dibawa ke Mapolretabes Semarang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
lanjut dia, IY mengunggah foto berikut keterangannya itu pada Minggu (15/3/2020). Adapun apa yang diunggahnya tersebut diakuinya diambil dari salah satu akun grup di facebook.
Dia ambil dari salah satu akun, diunggahnya dan kemudian disebarkan ke sejumlah akun grup facebook lainnya, jelasnya. Tersangka dijerat dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik.
Asep menambahkan, terkait kasus tersebut pihaknya mengimbau kepada masyarakat khusus di wilayah hukum Polrestabes Semarang tidak menyebarkan berita hoaks apapun termasuk tentang virus Korona. Pemberitaan yang tidak benar tersebut dapat meresahkan masyarakat dan menjadikan situasi semakin tidak kondusif.
Cari kebenaran berita itu dahulu, jangan langsung disebarkan kalau belum tahu kebenarannya. Apalagi dalam kondisi seperti ini, ungkapnya. Sebab, kalau itu dilakukan dan terbukti tidak benar pengunggah berita hoaks tersebut bisa diproses sesuai aturan hukum yang berlaku.

editor : dealova @polda jateng

#agussaibumi