Selama Sepekan Operasi Zebra di Semarang Terjadi 12 Kecelakaan, Didominasi Kelalaian dan Jalan Licin
UNGARAN — Memasuki satu pekan pelaksanaan Operasi Zebra Candi 2025, Satlantas Polres Semarang mencatat 12 kejadian kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Semarang.
Dari jumlah tersebut, keseluruhan insiden yang terjadi tidak menimbulkan korban jiwa.
Sebagian besar kecelakaan melibatkan sepeda motor, dengan penyebab utama kelalaian pengendara serta kondisi jalan yang licin akibat hujan.
Selain itu, terdapat insiden paling mencolok yang terjadi pada hari pertama operasi, Senin (17/11/2025), ketika kecelakaan karambol melibatkan lima kendaraan di turunan Exit Tol Bawen.
Truk boks yang mengalami rem blong menghantam beberapa kendaraan hingga akhirnya sopir banting setir ke jalur berlawanan untuk menghindari korban lebih banyak.
Dua orang mengalami luka ringan dan arus lalu lintas sempat tersendat akibat proses evakuasi di tengah hujan.
Kasatlantas Polres Semarang, AKP Lingga Ramadhani mengatakan bahwa situasi sepekan ini menjadi pengingat pentingnya disiplin berkendara.
“Kelalaian pengendara masih menjadi sebagian besar penyebab kecelakaan, ditambah kondisi jalan yang basah karena hujan,” kata dia, Senin (24/11/2025).
Untuk menekan angka kecelakaan, lanjutnya, polisi terus mengintensifkan imbauan, sosialisasi, hingga penertiban terhadap pelanggaran yang berpotensi membahayakan.
Termasuk kendaraan berat yang masih nekat melintas pada jam larangan pukul 06.00–08.00 WIB.
“Aturan ini untuk menjaga kelancaran arus pagi hari.
Selama operasi, kami gencarkan imbauan dan penindakan,” imbuh Lingga.
Sebagai bagian dari Operasi Zebra, Satlantas Polres Semarang juga melakukan glorifikasi keselamatan di persimpangan Alun-alun Lama Ungaran, Senin.
Dipimpin Wakapolres Semarang, Kompol Erwin Chan Siregar, petugas memberikan coklat, tumbler, dan gantungan kunci kepada pengendara yang tertib.
“Ini apresiasi bagi masyarakat yang sudah patuh.
Kami ingin mengedukasi bahwa keselamatan adalah prioritas,” kata Kompol Erwin.
Dia berharap pendekatan humanis melalui edukasi dan penghargaan tersebut mampu meningkatkan kesadaran masyarakat serta menekan potensi kecelakaan hingga akhir operasi. (*)
sumber: TribunJateng.com