oleh

Sengkarut Terkait BBM Bersubsidi, Salahnya Alokasi BBM Bersubsidi

Jakarta – Tingginya beban subsidi BBM pada APBN, membuat pemerintah saat ini tengah mempertimbangkan untuk menaikkan harga BBM bersubsidi. Apalagi, selama ini, diduga banyak alokasi BBM bersubsidi yang justru dikonsumsi mereka yang sebenarnya tidak layak mendapatkan subsidi tersebut.

Saat kenaikan harga BBM di pasaran dunia, menyebabkan beban subsidi yang ditanggung APBN juga semakin besar. Belum lagi kurs mata uang dollar atas rupiah yang cenderung naik.

Bagi Polri, permasalahan BBM bersubsidi juga sering menjadi kasus tindak pidana tersendiri. Mereka membeli BBM bersubsidi, menimbunnya atau menjualnya kembali untuk industri, yang harusnya tidak mendapatkan BBM bersubsidi.

Meski sudah berulangkali diproses secara hukum, kucing-kucingan pembelian BBM bersubsidi untuk industri atau mereka yang seharusnya tidak mendapatkan subsidi BBM, masih terus berlangsung.

Pakar komunikasi, Dr. H. Rahmat Edi Irawan mengapresiasi langkah Polri terus menindak mereka yang mempermainkan subsidi BBM tersebut.

“Jelang kenaikan harga BBM bersubsidi, siapapun yang mengambil keuntungan dari menjual kembali BBM bersubsidi ke pihak yang tidak berhak, harus ditindak. Jangan mencari keuntungan di tengah kesulitan pemerintah yang berupaya untuk terus menambal subsidi yang kian membengkak”, demikian ujarnya menjelaskan.