oleh

Sistem Peringatan Dini Tanah Longsor di Jateng Minim

bhinnekanusantara.id – Provinsi Jawa Tengah (Jateng)  masih kekurangan peranti sistem peringatan dini atau early warning system (EWS) tanah longsor.  Padahal potensi tanah longsor di Jateng cukup besar, yakni di 2.134 desa yang tersebar di 344 kecamatan di berbagai kabupaten/kota.

“Saat ini kami hanya memiliki 35 alat EWS tanah bergerak atau tanah longsor. Padahal, titik potensi tanah longsor cukup banyak,” kata Kepala Seksi Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Wahjoedi Fajar, di Semarang, Selasa (12/3).

Ke-35 alat EWS ini, kata Wahjoedi, terpasang di Banjarnegara ( di 8 desa), di Wonosobo (di 5 desa), Kebumen, Karanganyar , dan Purworejo (nasing-masing di 3 desa), serta Banyumas Magelang, Temanggung, Pemalang, Brebes, Wonogiri, dan Kabupaten Semarang (masing-masing 1 desa).

Dari seluruh EWS tersebut, sebanyak 17 unit merupakan pengadaan dari BPBD Jawa Tengah (Jateng), 12 dari Badan Penanggulan Bencana Nasional (BPBN), lima dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), dan  1 unit dari BPBD Pekalongan.

Kondisi EWS yang berasal dari pengadaan BPBD Jateng,  berdasarkan pengecekan pada 23 Februari sampai 1 Maret 2019, masih baik. “Untuk EWS yang lain, kami tak tahu karena bukan kewenangan kami,” ujar  Fajar.

EWS yang dibeli dari PT Gama Multi Usaha Mandiri (GMUM) Yogyakarta ini tidak hanya alat yang terdiri atas tiga crack meter dengan alarm dan satu rian detector dengan alarm.  Namun, juga satu paket dengan survei, sosialisasi kepada masyarakat, pembentukan tim siaga, pembuatan peta kerentanan longsor dan jalur evakuasi, standard Operating Procedure (SOP), serta gladi evaluasi. Biaya pengadaan satu paket alat EWS tanah bergerak/longsor cukup mahal yakni senilai Rp118,35 juta

BPBD memilih EWS tanah bergerak/longsor buatan GMUM, menurut Fajar,  dengan pertimbangan perusahaan tersebut me miliki hak paten atas peranti itu dan berlisensi standar nasional Indonesia (SNI). EWS yang dioperasikan menggunakan sel surya atau solar cell  dengan daya jangkau peringatan berupa bunyi sirene sejauh 1 km.

“Bila terjadi pergerakan tanah satu hingga tujuh centimenter, alat EWS akan mengeluarkan bunyi sirene. Masyarakat dapat bergegas menyelamatkan diri dari bencana tanah longsor,” katanya.

 

 

Sumber : Gatra

Editor : Bhuwananda login by Polda Jateng