Skandal Timah Bangka: Dua Oknum TNI Diamankan, Barang Bukti Truk hingga Balok Timah
Bangka Belitung – Kasus dugaan praktik ilegal timah kembali menyeret aparat. Dua oknum anggota TNI dilaporkan telah ditahan di Detasemen Polisi Militer (Denpom) setelah diamankan oleh Satuan Tugas Lapangan (Satlap) Tricakti terkait perkara timah di wilayah Bangka Belitung.
Kabar penahanan tersebut dibenarkan langsung oleh Komandan Resor Militer (Danrem) 045/Garuda Jaya, Brigjen TNI Nur Wahyudi, saat dikonfirmasi, Senin (9/2/2026) sore.
“Sudah dapat informasi dan sudah kami tindaklanjuti. Saat ini yang bersangkutan telah ditahan di Denpom,” ujar Brigjen TNI Nur Wahyudi.
Meski membenarkan adanya penahanan, Danrem belum mengungkap identitas maupun satuan asal kedua oknum TNI tersebut. Ia juga belum membeberkan secara rinci peran keduanya dalam perkara dugaan pengamanan atau pengangkutan timah ilegal yang tengah diselidiki.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, Satlap Tricakti mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya kendaraan jenis truk, kendaraan roda empat, serta biji timah basah dan balok timah dalam operasi tersebut. Temuan ini menguatkan dugaan adanya aktivitas distribusi timah ilegal yang melibatkan oknum aparat.
Penindakan terhadap dua oknum TNI ini menambah daftar panjang kasus timah ilegal di Bangka Belitung yang diduga melibatkan berbagai pihak, termasuk oknum berseragam. Wilayah penghasil timah ini selama bertahun-tahun menjadi sorotan akibat maraknya praktik penambangan dan distribusi ilegal yang merugikan negara serta merusak lingkungan.
Langkah cepat TNI melakukan penahanan melalui Denpom dinilai sebagai bentuk komitmen institusi dalam menegakkan disiplin dan hukum internal, sekaligus menjaga marwah TNI di tengah sorotan publik.
Hingga berita ini diturunkan, awak media masih terus berupaya melakukan konfirmasi lanjutan kepada Satlap Tricakti dan pihak terkait guna memperoleh kejelasan lebih lanjut mengenai kronologi penangkapan, lokasi kejadian, asal-usul timah, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Publik kini menanti transparansi dan ketegasan aparat, agar penanganan kasus timah ilegal tidak berhenti pada level penindakan awal, melainkan benar-benar diusut hingga ke akar jaringan yang selama ini diduga kuat beroperasi secara sistematis.